Tim PKM-M Undip Adakan Pelatihan Manajemen Gizi Dan Perawatan Paliatif

(Dok. Istimewa)

ManunggalCybernews—Berawal dari kunjungan ke Rumah Singgah Sedekah Borongan (RSSR), lima mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat  (PKM-M) melakukan kegiatan sukarela kepada penyandang penyakit kanker di RSSR yang bertempat di Rumah Sakit Karyadi, Semarang.

“Awalnya kami ingin mengikuti PKM-K tentang catering sehat, tetapi ternyata dosen pembimbing kami mengusulkan untuk survei ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan karena ternyata disana lebih membutuhkan penanganan tentang gizi dan perawatan, maka dari sanalah kami membuat tim PKM pengabdian masyarakat,” ujar Rosita, ketua PKM-M Magizpare Manajemen Gizi dan Palliative Care).

Menurut Rosita, terdapat terdapat 45% pasien yang mengalami penyakit kanker, serta pasien yang mengalami jantung bocor dan penyakit serius lainnya di RSSR Semarang. “Saat kami telusuri, penyebab penyakit kanker dikarenakan kurangnya gizi dari para pasien”, tambahnya.

Selama menjadi relawan di RSSR, Rosita dan tim mengaku menemui banyak kendala diantaranya minimnya jumlah relawan dan pengetahuan yang dimiliki para relawan untuk menangani pasien. Melihat hal itu, Rosita dan tim berinisiatif membuat pelatihan tentang gizi dan perawatan paliatif (palliative care).

Palliative care itu sendiri ialah perawatan pasien dengan penyakit stadium lanjut untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, perawatan paliatif mencakup perawatan nyeri, luka, psikologis, maupun dari segi spiritual.” ujar Rosita. Ia juga menambahkan pada hasil yang di dapat dari pelatihan tersebut menunjukkan peningkatan pada relawan, seperti yang pada awalnya relawan hanya mengantar dan mengurus administrasi pasien sekarang sudah dapat mengecek tensi dan membalut luka

Selain itu, Rosita juga memberikan tips untuk para mahasiswa yang ingin mengikuti PKM dan lolos PIMNAS  “Untuk bisa lolos PIMNAS pastinya saat kita ingin mengikuti PKM, pilihlah bidang yang sesuai dengan passion kita, dan memiliki prinsip bahwa jangan pernah takut untuk gagal,” ujar Rosita. (Dendi, Monda/Manunggal)