Tim II KKN Undip Ajarkan Masyarakat Kebonsari Cara Pengujian Kualitas Air

Penjelasan materi uji kualitas air oleh Tim KKN Undip (Dok. Istimewa)

KEBONSARI, Pekalongan (26/07/2019): Mahasiswa KKN Undip Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, menggagas program edukasi pada masyarakat mengenai pengujian kualitas air untuk konsumsi. Program yang diikuti oleh ibu – ibu PKK Desa Kebonsari ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat pentingnya menjaga kesehatan dan menghidarkan diri dari limbah batik yang dibuang oleh industri batik rumah tangga.

“Desa Kebonsari punya banyak industri batik skala rumah tangga yang membuang limbah hasil pembuatan batik langsung ke saluran air tanpa ada proses penyaringan. Hal tersebut membuat masyarakat khawatir limbah hasil proses pembuatan batik tersebut menyerap ke tanah dan mencemari air tanah yang biasa digunakan warga dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mandi hingga konsumsi” jelas Handhikka, salah satu anggota KKN Undip Desa Kebonsari.

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Kebonsari ini selain untuk mengajarkan cara uji kualitas air juga untuk menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya penyaringan limbah hasil pembuatan batik sebelum dibuang ke lingkungan masyarakat.

Hasil pengujian kualitas air (Dok. Istimewa)

Pengujian kualitas air sendiri dibagi menjadi 3 pengujian yaitu uji fisika, uji biologis dan uji kimia. Uji fisika adalah uji fisik air dengan memastikan air untuk konsumsi tidak memiliki warna, bau, dan rasa. Uji biologis adalah uji makhluk hidup dalam air dengan mendiamkan air konsumsi pada wadah tertutup selama 5 hari dan melihat perubahan pada air, jika terdapat gumpalan putih yang merupakan koloni bakteri maka air tidak layak konsumsi. Pengujian terakhir adalah uji kimia untuk melihat apakah ada zat – zat kimia yang ada di air, dengan cara mencelupkan teh ke air dan mendiamkan air yang telah dicelup teh selama satu hari dengan kondisi terbuka, jika terdapat cairan terpisah dari teh maka air tersebut mengandung zat kimia yang kemungkinan besar berbahaya bagi tubuh. Zat kimia dapat mengambang di atas air teh karena massa jenis teh yang lebih berat/kental dari zat kimia tersebut sehingga membuat zat kimia naik dan mengambang diatas air teh.

Dengan adanya kegiatan edukasi ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat mengenai pencemaran air dan tanah, juga menambah pengetahuan ibu – ibu PKK mengenai kualitas air minum, serta menjaga kesehatan masyarakat Desa Kebonsari agar terhindar dari pengaruh buruh limbah air dan tanah. (Handhikka Daffa Wira Pradhana/FPIK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *