Tim Antawirya Raih Peringkat Lima di Filipina

1426431969754

Mobil Antawirya melaju pada ajang Shell Eco-marathon Asia (SEMA) di Manila, Minggu (1/3) (Dok. Istimewa)

ManunggaCybernews – Mobil irit bahan bakar karya Tim Antawirya Jurusan Teknik Mesin Universitas Diponegoro memperoleh peringkat kelima pada kategori urban gasoline dalam ajang Shell Eco-Marathon Asia (SEMA) 2015 di Manila, Kamis-Senin (26/2-1/3).

Pencapaian tim yang beranggotakan 17 mahasiswa Jurusan Teknik Mesin ini, tidak lepas dari kendala teknis dan non-teknis yang muncul selama persiapan hingga kompetisi berlangsung. Saat dilakukan uji coba di area kampus, mobil Antawirya menghabiskan konsumsi bahan bakar hingga 90 km/liter. Namun, suhu di sirkuit yang cukup tinggi saat ajang berlangsung, menyebabkan berkurangnya efisiensi bahan bakar, sehingga mobil hanya mampu menempuh 53,8 km/liter.

“Dalam menggarap mobil Antawirya, kami benar-benar hanya modal nekat. Karena mobil Antawirya belum memiliki nama, sehingga sulit bagi kami mencari sponsor dan dana dari pihak universitas,” ujar Ketua Tim Antawirya, Yogi Reza Ramadhan terkait kendala non-teknis selama persiapan. Dana yang dihabiskan untuk merampungkan mobil Antawirya adalah sekitar Rp 50 juta rupiah.

Menurut Yogi, SEMA adalah ajang kompetisi yang sangat kompetitif. Mobil yang dinyatakan layak race pada 10 kategori dalam kompetisi ini, terlebih dahulu harus melalui inspeksi teknis dan keselamatan. Dari 15 tim dalam kategori urban gasoline, 2 tim dinyatakan tidak lolos inspeksi, dan 7 tim gagal menyelesaikan race.

“Alhamdulillah, berkat keberhasilan di IEMC (Indonesia Energy Marathon Challenge) 2013, Antawirya mulai mendapatkan perhatian serius dari pihak universitas. Harapannya agar pihak universitas memasukan Antawirya dalam RAB (Rencana Anggaran Biaya), agar bisa fokus pada riset dan pengembangan saja,” kata Yogi berharap.

Saat ini, Tim Antawirya tengah menyiapkan mobil kelas baru di kategori bahan bakar ethanol untuk menghadapi IEMC 2015 di Surabaya, Oktober mendatang. (Adi/Manunggal)