Tiga Calon Tanggapi Posisi Mahasiswa dalam MWA

Kampanye MWA Unsur Mahasiswa dihadiri oleh perwakilan BEM Undip, Senat Mahasiswa, BEM Fakultas, Senat Fakultas, UKM dan mahasiswa di Student Center pada Senin (21/12) (Ayu/Manunggal)

Kampanye MWA Unsur Mahasiswa dihadiri oleh perwakilan BEM Undip, Senat Mahasiswa, BEM Fakultas, Senat Fakultas, UKM dan mahasiswa di Student Center pada Senin (21/12) (Ayu/Manunggal)

 

ManunggalCybernews– Kampanye Majelis Wali Amanah (MWA) unsur mahasiswa dilaksanakan Senin (21/12). Tiga calon mendapatkan pertanyaan dari Tessa Revananda, perwakilan Senat Fakultas Psikologi, terkait adanya kemungkinan unsur mahasiswa menjadi minoritas dalam MWA.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 52 Tahun 2015 tentang Statuta Undip, mahasiswa memang hanya memiliki satu kursi dalam MWA, berbeda dengan perwakilan unsur lain. Misalnya, profesor memiliki empat kursi dan tiga kursi untuk masyarakat.

“Jika suara mahasiswa menjadi minoritas, kami akan melakukan afiliasi dengan BEM dan organisasi lainnya untuk melakukan pergerakan mahasiswa,” papar Yanfa’uni Ade Pradena, salah satu calon.

Sementara itu, Firdaus Silabi mengungkapkan ketika ada pembahasan mengenai peraturan MWA, maka harus ada usaha agar mahasiswa memiliki hak suara yang sama dengan MWA unsur lain.

Calon lainnya, Naufal Thaha, menyatakan sependapat dengan Firdaus Silabi.

“Jika tetap kalah, kita lakukan kajian. Lalu kita perjuangan kembali bersama mahasiswa,” ujar Naufal.

Hingga berita ini diturunkan, pemilihan MWA unsur mahasiswa masih dilaksanakan oleh Badan Pemilih. (Ayu/Manunggal)