Tiga Alasan Mengapa Kamu Harus Meliburkan Diri

(Dok. Istimewa)

(Dok. Istimewa)

ManunggalCybernews—Hari libur merupakan sebuah momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap orang, tidak terkecuali mahasiswa. Seorang mahasiswa, apalagi dengan SKS melimpah, tugas segudang, dan kegiatan organisasi di berbagai tempat, harus pandai-pandai memanfaatkan waktu senggangnya untuk berlibur. Namun jika tidak sempat, beberapa mahasiswa rela melewatkan hari libur mereka demi hal itu.  Apakah kamu termasuk mereka? Jikaiyai dalam benakmu, liburan adalah kegiatan yang kurang bermanfaat, lebih baik mengerjakan laporan praktikum, menyusun LPJ, atau sekedar membaca buku. Namun, setelah membaca artikel ini, dijamin kamu pasti akan membuang pikiran itu jauh-jauh. Berikut adalah tiga alasan mengapa kamu harus menggunakan waktu liburmu untuk berlibur.

Melepas stress

SKS padat, tugas menumpuk, dan banyak program kerja (proker) organisasi, merupakan beberapa alasan yang menyebabkan mahasiswa rentan stres. Stres adalah kondisi yang membuat seseorang mengalami tekanan psikologi karena kegiatan yang sangat intensif. Seperti yang kita ketahui, stres ini sangat berbahaya bagi psikis seseorang, apalagi jika berkembang menjadi depresi. Jika kamu mengalamami masalah ini, maka kamu harus segera berlibur. Sebuah penelitian menunjukan bahwa, berlibur akan membuat seseorang lebih bahagia dan berpandangan positif terhadap apapun, sehingga menurunkan tingkat depresi akibat stres.

Menambah produktivitas

Siapa bilang liburan buang-buang waktu? Jika buang-buang duit mungkin iya. Namun, jangan berburuk sangka dulu. Sebuah penelitian menunjukan bahwa orang yang sering berlibur lebih produktif dibandingkan yang tidak. Jika kamu kurang liburan, kamu akan rentan stres, dan ketika stres, produktivitasmu pasti juga akan berkurang. Jika sudah seperti ini, maka kamu harus segera mengemasi barang-barangmu dan pergi berlibur.

Hidup sehat dan seimbang

Disadari atau tidak, berlibur juga berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa risiko terkena serangan jantung pada orang yang berlibur atau cuti secara teratur akan turun hingga 20%. Jadi jika kamu menganggap liburan itu tidak penting, berhati-hatilah!

Selain itu, hidup yang baik adalah hidup yang seimbang. Tentunya dalam konteks tertentu, seperti kesibukan mahasiswa yang seharusnya diimbangi dengan liburan. Jangan terlalu sibuk, hingga lupa liburan. Namun, juga jangan sering-sering liburan, hingga lupa kewajiban. Gitu guys.

Jadi tunggu apalagi? Ayo, berlibur! (Lilis/Manunggal)