Teresol, Kreasi Baru Telur Rendah Kolesterol

Anggota tim PKM Teresol menunjukkan kreasi telur rendah kolesterol mereka yang akan diikutsertakan dalam Pimnas 30 di Makassar. (Diyah/Manunggal)

 

ManunggalCybernews– Penyakit jantung merupakan penyakit dengan jumlah kasus tertinggi dan menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia saat ini. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang tua saja, namun juga mulai menyerang anak usia muda dibawah 40 tahun. Pada dasarnya penyakit ini dapat dihindari dengan melakukan pengecekan secara dini seperti melakukan rekam jantung, CT Scan jantung, kateterisasi jantung serta hal yang paling penting adalah menjaga pola hidup yang sehat, dengan mengurangi konsumsi makanan berkolesterol tinggi.

Atas dasar keprihatinan terhadap tingginya kematian akibat penyakit jantung di Indonesia, tiga mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip, Eko Susilo, Anwar Solakhudin, dan Frendi Heri Utomo menciptakan kreasi telur rendah kolesterol yang bernama Teresol (Aplikasi Technopreneur dalam Usaha Penyediaan Telur Rendah Kolesterol).

Teresol merupakan teknologi pencampuran pakan dengan menambahkan 3% bubuk daun teh ke dalam pakan konvensional biasa. “Dengan penambahan teh tersebut sangat efisien karena tidak mengurangi produksi dari ayam, sebab jika lebih dari 3% maka ayam akan mengalami pembongkaran energi yang cukup banyak dan mengakibatkan penurunan produksi,” jelas Eko.

Lebih lanjut, Eko menjelaskan pakan yang telah dicampurkan tersebut kemudian diberikan pada ayam sebanyak dua kali sehari. Efek yang ditimbulkan setelah pemberian pakan ini baru terlihat sekitar dua minggu.

Produk Teresol ini menghasilkan telur dengan tingkat kolesterol yang lebih rendah dibandingkan telur biasa yang sering dikonsumsi yaitu 287mg/100g, sedangkan yang menggunakan bahan pakan dengan campuran daun teh sebesar 3%, maka kandungan kolesterol pada kuning telur yaitu 238mg/100g. “Produk Teresol berbeda dari telur biasa, jadi dalam produk Teresol yang kami hasilkan itu lebih rendah kolesterolnya sebanyak 49mg/100g,” jelas Eko.

“Hal ini dikarenakan teh hijau mengandung zat bioaktif yang dapat berperan untuk menurunkan kadar lemak dan kolesterol pada kuning telur ataupun pada telur, karena lemak dan kolesterol telur hampir semuanya berada pada kuning telur,” ujar Frendi. Selain rendah kolesterol, lanjut Frendi, produk Teresol tersebut juga memiliki harga yang terjangkau yakni 2000 rupiah/butir.

Dalam perkembangan produk Teresol ini, Frendi mengatakan tidak hanya fokus sebagai program kreativitas saja tapi juga dapat dikembangkan lagi menjadi peluang bisnis. “Semoga produk-produk peternakan lainnya agar dapat berkembang sebagai produk sehat tidak hanya telur rendah kolesterol saja, serta sebagai peluang bisnis yang menjanjikan,” ujarnya. (Diyah, Dana/Manunggal)