Teknik Kimia Undip Buka Kelas Internasional

(Foto Ilustrasi: Dendi/Manunggal)

ManunggalCybernews–Departemen Teknik Kimia Undip telah mempersiapkan kelas International Undergraduate Program (IUP) dengan jumlah kuota 20 mahasiswa baru untuk angkatan 2017. Dibukanya kelas internasional tersebut karena Teknik Kimia sudah mendapatkan akreditasi internasional ASEAN University Network (AUN).

“Kelas internasional sudah direncanakan sejak lama, namun momentum yang tepat saat kami sudah ter-akreditasi AUN,” ujar Siswo, Ketua Departemen Teknik Kimia Undip saat ditemui tim Cybernews pada Jumat (21/4).

Nantinya, mahasiswa yang diterima di IUP Teknik Kimia akan dikenai Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp20 juta per semester. “Kelas internasional mewadahi bagi orang-orang Indonesia yang secara financial memiliki uang lebih, daripada keluar negeri terlalu mahal, bisa kuliah di sini,” jelas Siswo.

Terkait kurikulum, Siswo mengatakan tidak terdapat perbedaan kurikulum dan fasilitas antara kelas regular dan IUP selain program pengajarannya menggunakan bahasa Inggris. “Untuk kelas IUP, mahasiswa kelas internasional telah disediakan dua tempat ruang sidang yang akan dipakai nantinya,” ujar Siswo.

Kelas internasional memiliki dua gelar yaitu double degree, dua tahun di Undip dan dua tahun di luar negeri, dan single degree, perkuliahan dilakukan di Undip tetapi mahasiswa diberi kesempatan untuk keluar negeri satu semester.

”Untuk double degree kita punya partner di Belanda, Taiwan, dan untuk single degree ada banyak, seperti di Malaysia, Vietnam, dan King Mongkut’s University di Thailand, tergantung mereka nanti pilih yang mana,” kata Siswo lebih lanjut.

Sebelum Teknik Kimia resmi membuka jalur khusus untuk kelas IUP, sudah terdapat mahasiswa jalur regular dari angkatan 2015 dan 2016 yang berjumlah 20 orang tiap angkatannya sebagai uji coba kelas internasional. Pemilihan mahasiswa tersebut dilakukan melalui seleksi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan Test of English as a Foreign Language (TOEFL). “Tujuannya untuk menginisiasi agar dosen sudah siap untuk penerimaan mahasiswa baru,” jelas Siswo. (Dendi/Manunggal)