Tanggapan Rektor Mengenai Pesan Berantai UKT SPI

(Ilustrasi: Adi/Manunggal)

(Ilustrasi: Adi/Manunggal)

ManunggalCybernews—Pesan berantai mengenai UKT dan SPI mahasiswa baru 2016 kembali menjadi viral di kalangan mahasiswa beberapa waktu lalu. “Itu kan dari Dikti, Pak menteri itu mengimbau untuk umum, ketika ada press konference di Unnes, jadi bukan untuk Undip saja,” ujar Prof Yos Johan, Rektor Undip tatkala dikonfirmasi mengenai isu tersebut. Berikut isi jarkom yang menyebar di kalangan mahasiswa.

“Dapat kabar dari wakil dekan 1 FPIK. Baru saja beliau mendapat kabar dari rektorat bahwa rencana anggaran UKT dari Undip ditolak oleh Kemeristekdikti, sehingga di Undip kembali menerapkan besaran UKT sama seperti yang ada di tahun lalu, sistem UKT akan kembali ke sistem UKT 2015. SK akan segera diterbitkan, untuk verifikasi SNMPTN hari ini sudah  menggunakan sistem UKT 2015 bukan SK yang baru keluar. Jadi tidak ada kenaikan UKT. Untuk UKT UM diperbolehkan banding sesuai kemampuan mahasiswa masuk dari UM.”

Dimintai konfirmasi terkait hal tersebut, Prof Yos mengungkapkan bahwa UKT Undip akan tetap seperti UKT 2015, sementara SPI bagi mahasiswa yang diterima melalui jalur Ujian Mandiri (UM) akan tetap ada. “Mahasiswa UM akan diberikan hak untuk banding UKT. Hari ini kan SNMPTN sudah dilaksanakan pemeriksaan, sudah saya instruksikan,” papar Rektor melalui telepon, Selasa (31/5).

Terkait kuota UM tetap 25% dari total mahasiswa baru 2016 dengan rincian 20% dikenai SPI dan 5% merupakan jalur prestasi, “Yang 5% itu untuk yang hafidz Qur’an, kemarin sudah ada yang hafidz Qur’an dan Daarul Qur’an. Tidak hanya hafidz Qur’an namun juga ada juara Sea Games. Namun kita juga harus sadar, dana semakin menyusut,” tambah Prof Yos. (Astrid/Manunggal)