Tanamkan Kecintaan Pada Seni Lewat Sak Coret Sak Jepret

Komunitas Typography Semarang memamerkan kemampuan mereka dalam acara Sak Coret Sak Jepret, Rabu (30/9). (Dok. Istimewa)

Komunitas Typography Semarang memamerkan kemampuan mereka dengan menggambar di atas botol  dalam acara Sak Coret Sak Jepret, Rabu (30/9). (Dok. Istimewa)

ManunggalCybernews—Hidup manusia tidak bisa dilepaskan dari seni. Tanpa memandang apapun, seni bisa melekat pada diri setiap manusia. Dengan kadar yang berbeda, manusia bertumbuh lewat jiwa seni yang terus terasah.

Menyadari hal tersebut, sekelompok mahasiswa Program Studi D3 Hubungan Masyarakat Undip yang beranggotakan Fera Nurmala Sari, Asayuta Nisaulhaya, Maricha Alif Fionita S, Herny Pripot, EsnaSupratiwi, Melanie, Mario D, Ekaliptus, dan Annisa Sulistyaning Tyas menggagas acara yang bertajuk Sak Coret Sak Jepret. Acara yang berkonsep workshop dan pameran tersebut digelar di Ruang Teater FISIP Undip, Rabu (30/9).

Ketua panitia acara, Verrel Pandu Sadewa mengatakan, tujuan diadakannya acara tersebut adalah memberi wawasan kepada peserta tentang seni fotografi serta memotivasi peserta untuk mencintai seni dan budaya.

“Kami mendatangkan para siswa SLB untuk unjuk kebolehan menari dan menampilkan hasil lukisan mereka. Dengan demikian, para peserta yang hadir semakin terpacu untuk mengembangkan kebanggaan terhadap seni dan budaya. Keterbatasan jangan dijadikan alasan untuk berhenti berseni,” ujarnya.

Selain menghadirkan para siswa SLB, komunitas fotografi Coferone pun didapuk untuk memberikan materi seputar tips dan trik menghasilkan foto yang berkualitas. Tak hanya itu, dipamerkan pula hasil karya komunitas Typhography Semarang berupa goresan aksara. (Shela/Manunggal)