Tampung Keluhan, Undip Dirikan Complain Center

(Ilustrasi: Ika/Manunggal)

(Ilustrasi: Ika/Manunggal)

Lebih lanjut, Artika mengatakan audiensi tersebut membahas aduan-aduan dari mahasiswa mengenai kesalahan penggolongan UKT, pungutan liar yang dilakukan dosen kepada mahaiswanya, sampai tindakan asusila yang ada di lingkungan Undip. “Sebenarnya permasalahan tidak hanya tentang UKT, Prof Yos juga mengatakan punya masalah yang sama, seperti pelecehan seksual yang pernah terjadi di Undip,” tambah Artika. Sehingga dari alasan tersebut, disepakati terbentuknya Complain Center untuk mewadahi keluhan-keluhan yang ada agar segera mendapatkan tindak lanjut terutama dari pihak rektorat.

Kantor Complain Center sendiri direncanakan akan ditempatkan di gedung Undip Career Center (UCC), namun karena beberapa pertimbangan sampai sekarang belum ada kejelasan gedung yang akan digunakan untuk Complain Center. “Untuk tempat sendiri awalnya direncanakan di UCC lantai 2, namun kami dan Prof Anis selaku penanggung jawab yang ditunjuk Prof Yos masih mencari tempat yang lebih layak dari sebelumnya,” jelas Artika.

Mekanisme Pengajuan Keluhan

Artika menjelaskan terdapat dua cara pengajuan pelaporan keluhan yaitu langsung datang ke kantor pusat Complain Center atau melalui email yang disediakan di web undip. “Cara pelaaporan keluhan sebenarnya ada dua nantinya yaitu melalui kantor Complain Center dan email yang ada di website Undip,” jelas Artika.

Ketika ditanya mengenai penanganan pelaporan, Prof Yos mengatakan bahwa segala keluhan yang datang akan ditampung di Complain Center. “Ada orang yang melapor di situ langsung report kepada saya, kalau nggk bisa diselesaikan oleh pihak Complain Center saya yang akan langsung turun tangan,” jelas Prof Yos. Hal tersebut, lanjut Prof Yos, dilakukan agar pelaporan juga cepat ditangani sehingga permasalahan keluhan segera mendapatkan solusi.

Untuk pelayanan awal, Complain Center masih akan berfokus pada mahasiswa baru. “Diharapkan mahasiswa maupun sivitas akademika Undip memiliki wadah yang jelas untuk menampung keluh kesah mereka, dan tidak menuangkannya ke dalam media yang salah yang justru akan menimbulkan propaganda yang dapat memunculkan permasalahan baru,” papar Prof Yos. (Yana/Manunggal)

Versi cetak artikel ini terbit di buletin Joglo Pos Edisi II / Tahun XVII / 12 Juni – 12 Juli 2017 di halaman 4 dengan judul “Tampung Keluhan, Undip Dirikan Complain Center”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *