Spanduk Propaganda Kenaikan UKT dan Pemberlakuan SPI Dicopot Oknum

(dok. istimewa)

(dok. istimewa)

 

ManunggalCybernews–Aksi propaganda BEM Undip mengenai rencana kenaikan UKT 2016 dan pemberlakuan SPI bagi mahasiswa baru 2016 jalur Ujian Mandiri (UM) tengah berlangsung. Dimulai dari pergantian foto profil akun pribadi anggota BEM Undip, opini yang ditulis di media sosial, hingga dipasangnya dua spanduk di sekitar kampus, Kamis (31/3).

Spanduk yang bertuliskan “UKT Naik SPI Mencekik, Undip Bukan Lagi Kampus Rakyat” ini hanya bertahan selama kurang lebih 90 menit setelah dipasang.

“Jadi spanduk – spanduk dipasang sekitar pukul 05.30 dan diketahui hilang pukul 07.00, bisa jadi sebnarnya dicabut sebelum pukul tujuh pagi tersebut. Spanduk yang dipasang ada dua buah pertama di jembatan dekat bundaran gerbang Undip dan yang kedua di Training Centre dekat Baskoro,” jelas Kepala Bidang Sosial Politik BEM Undip, Firdaus S. Al-Attar yang dihubungi via online.

Pencopotan spanduk oleh oknum tersebut menuai kekecewaan, “Tentu sangat menyayangkan ya, pemasangan spanduk tersebut semata-mata untuk menyampaikan aspirasi dan opini dari mahasiswa terhadap keadaan Undip saat ini. Namun entah apa motivasi dari oknum yang mencopot spanduk tersebut. Seandainya dinilai terlalu provokatif ini adalah bukti bahwa universitas ini tidak tahan dikritik dan menciderai hak kebebasan berpendapat. Jika dinilai merusak ketertibanpun saya rasa spanduk tersebut tidak mengganggu sama sekali,” jelas Attar. (Astrid/Manunggal)