Solidaritas Untuk Para Korban Kekerasan Seksual Melalui Aksi 1000 Lilin

Partisipan aksi 1000 lilin untuk para korban menyalakan lilin sebagai bentuk solidaritas, Selasa (24/5) (Clara/Manunggal)

Partisipan aksi 1000 lilin untuk para korban menyalakan lilin sebagai bentuk solidaritas, Selasa (24/5) (Clara/Manunggal)

ManunggalCybernews—Maraknya pemberitaan kekerasan seksual terutama pada wanita mendorong Solidaritas Sahabat Korban yang terdiri dari berbagai lembaga untuk menggelar aksi solidaritas “Aksi Nyata 1000 Lilin Untuk Para Korban”. Aksi tersebut diisi dengan pembacaan prolog kekerasan seksual, art performing berupa pembacaan puisi dan pembacaan sikap, serta doa lintas agama.

Aksi yang dilaksanakan pada Selasa (24/5) di Tugu Muda Semarang tersebut dihadiri pula oleh Soka Handinah Katjasungkana, Ketua Pengurus Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK). Soka memaparkan, solidaritas ini merupakan bentuk respons terhadap adanya kekerasan seksual terhadap perempuan.

“Masyarakat dan pemerintah mengabaikan kasus ini. Kami merespons dengan membentuk solidaritas ini untuk mengingatkan pemerintah maupun masyarakat untuk menghentikan kekerasan seksual terhadap perempuan. Kami memiliki tuntutan bagi pemerintah untuk segera mengesahkan UU penghapusan kekerasan seksual dan melakukan re-edukasi terhadap masyarakat bahwa perempuan itu bukan obyek seks, mempunyai hak atas diri dan tubuhnya, dan tidak seorangpun boleh melakukan agresi terhadap perempuan,” ujar Soka.

Pada level pemerintah daerah, Solidaritas Sahabat Korban telah melakukan diskusi terbuka untuk mendapat masukan dari masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk sistem yang efektif. Kemudian, hasil tersebut akan dibawa ke audiensi dengan gubernur untuk segera membuat sistem rehabilitasi sosial bagi para korban kekerasan seksual. Hal ini merupakan langkah yang akan diambil untuk mengawal permasalahan kekerasan seksual pada perempuan usai aksi mereka.

“Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi dan masyarakat lebih peduli untuk menanamkan pendidikan seks bagi anak-anak mereka,” ujar Wakil Ketua Komunitas Peduli Sahabat,  Junaidi. (Clara/Manunggal)