Seruan Aksi Damai Tolak Omnibus Law, RAJAM: Ini Baru Pemanasan

Seruan Aksi Damai Tolak Omnibus Law di depan Gedung DPRD Jawa Tengah pada Rabu (11/3). (Foto : Winda/Manunggal)

Semarangan— Perjuangan menolak RUU Cipta Kerja Omnibus Law terus berlanjut. Kali ini serikat buruh, lembaga masyarakat, serta mahasiswa yang tergabung dalam Rakyat Jawa Tengah Melawan (RAJAM) melakukan seruan aksi damai tolak Omnibus Law, Rabu (11/3).

Massa aksi datang dari arah timur yang terpusat di Fly Over Tanjung Mas dan dari arah barat di Taman Lele yang kemudian bergabung untuk melakukan long march menuju depan Gedung DPRD Jawa Tengah.

“AMPAR-AMPAR PISANG, PISANGKU BELUM MATANG. OMNIBUS LAW KITA TENTANG, LAWAN SAMPAI MENANG!” teriakan yel-yel massa yang didominasi mahasiswa menyuarakan penolakan terhadap Omnibus Law.

Suasana Seruan Aksi Damai Tolak RUU Cipta Kerja. (Foto: Alfian/Manunggal)

Mulyono, Koordinator Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Jawa Tengah, menyampaikan bahwa aksi pertama RAJAM hari ini merupakan pemanasan untuk aksi yang lebih besar pada 23 Maret mendatang.

“Tujuan aksi hari ini untuk membangun kesadaran agar mengena ke masyarakat di mana yang paling disorot adalah tentang keadilan buruh yang mana ada penggusuran, AMDAL yang mengganggu. Juga untuk pemerintah yang dipilih oleh rakyat untuk menagih janji mereka dulu mengenai kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat ditemui wartawan Manunggal.

Melijat massa yang lebih didominasi mahasiswa, Mulyono berharap agar aksi mendatang banyak lapisan masyarakat terutama buruh, petani dan nelayan tergerak untuk menyuarakan penolakan.

“Gerakan seperti ini agar berpikir lebih baik bagaimana sikap buruh ke depan. Semoga petani, nelayan dan korban penggsuran seperti di Tambak Rejo dapat ikut nanti,” terang Mulyono.

Sedangkan dari perwakilan mahasiswa Undip terdapat Razin HIlmy, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Undip, yang turut hadir dalam aksi tersebut. Ia menjelaskan bahwa di internal Undip sendiri nantinya akan diadakan pencerdasan guna memperkuat basis massa.

“Akan ada diskusi, kajian lebih mendalam, untuk memberikan pemahaman, membangun keresahan dan memperkuat basis mahasiswa di UNDIP, besok 12 Maret hari Kamis. Nanti akan ada konsolidasi-konsolidasi lebih lanjut untuk 23 Maret nanti.” tutur Hilmy mengenai iklim Omnibus Law di Undip.

Reporter: Fidya Azzahro, Winda N
Penulis: Fidya Azzahro
Editor: Alfiansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *