Sendu Pilu

 

Ilustrasi (Sumber: popbela.com)

Bungkam menjadi kunci paling mujarab
Melamun sendiri tanpa tujuan
Hanya karena bungkam yang tak beralasan
Hingga sadar tak lagi tampak di peraduan
.
Semudah berkata di layar kaca
Melihat rona wajah bersinar seorang diri
Seakan tak ada penghuni
Bagai segalanya milik sendiri
.
Sedekat mana rimbun penyejuk
Ini terlalu menyayat
Bahkan terlalu sadis diucapkan
Sampai bungkam kembali mencekam
.
Bebas dari bungkam itu jadi impian
Melangkah ke depan menjadi alasan
Kemajuan akan segera dalam genggaman
Hingga dunia tak lagi terbalut duka
.
Tak guna berkata tanpa pendengar
Tak ada guna menulis tanpa pemikiran
Yang kokoh dari hati yang terdalam
Untuk wujudkan perdamaian
.
Semerbak asmara mulai hadir memancar
Asmara itu bernama perdamaian
Di kala semua dipersatukan
Bersama cinta untuk kemajuan
.
Mari bersama menjaga kelestarian alam yang asri
Alam ingin berseri mendamaikan insani
Dengan rayuan yang menenangkan hati
Maka kini menjaga menjadi sebuah kunci
.
Jagalah alam ini sebaik mungkin
Jangan biarkan sendu pilu kembali hadir menyapa kegundahan
Jangan biarkan sendu pilu meninggalkan luka yang tak akan terlupakan
Maka jagalah hingga kebahagiaan menjadi jaya akan segera terwujudkan

 

Semarang, 30 Desember 2019

***

Karya: Sarah Alfi Maiza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *