Semarang Dream Town ala Loenpia Jazz 2016

The Groove, band yang berusia 19 tahun itu pun tak mau kalah dalam menyemarakkan Loenpia Jazz 2016, Sabtu (28/5) di stage Dreamtown,GOR Jatidiri Semarang. (Nina/Manunggal)

The Groove, band yang berusia 19 tahun itu pun tak mau kalah dalam menyemarakkan Loenpia Jazz 2016, Sabtu (28/5) di stage Dreamtown,GOR Jatidiri Semarang. (Nina/Manunggal)

ManunggalCybernews–Loenpia Jazz 2016 kembali semarakkan kota Semarang, Sabtu (28/5) di kawasan GOR Jatidiri, Semarang. Di tahun-tahun sebelumnya, Loenpia Jazz digelar di tempat-tempat yang mengandung historical value dari kota Semarang yaitu Taman KB, kawasan Kota Lama, Kawasan Pecinan dan Puri Maerakaca. Pada pelaksaannya, tahun ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya, karena pada dasarnya GOR Jatidiri dan penggagas acara Loenpia Jazz tersebut mempunyai visi yang sama yaitu menggerakkan para pemuda dalam berkarya melalui musik dan menjaga lingkungan yang sehat.

Di tahun ke-5 acara ini mengusung tema lingkungan sebagai bentuk visualisasi sampah yang ada di kota Semarang. Penyelenggara acara, Komunitas Jazz Ngisoringin sengaja membuat nama 4 stage sesuai tema. Pertama stage Recycle, yaitu stage yang memanfaatkan daur ulang kardus bekas sebagai dekorasi panggung yang menjadikannya unik. Kedua stage Reuse, pengunaan kembali botol-botol minuman yang ditempelkan begitu saja sebagai dekorasi panggung. Ketiga stage Reduce, pengurangan barang bekas yang tidak bisa didaur ulang seperti plastik, maka dari itu panggung tersebut dihias dengan kertas-kertas juga plastik yang didekor sederhana sesuai dengan tema Pemkot Semarang yang diet plastik. Kemudian yang terakhir adalah Stage Dreamtown, nama tersebut dibuat untuk menjadikan kota Semarang sebagai kota impian setelah melaksanakan dan melewati proses recycle, reuse dan reduce tersebut. Maka dari itu stage yang dibuat pun cukup megah dengan dekorasi warna hijau yang bermakna menghijaukan kota Semarang dengan hal sederhana tersebut.

Kemeriahan Loenpia Jazz tahun ini tidak luput dari berbagai macam komunitas juga para musisi Indonesia yang turut andil dalam acara tersebut. Mulai dari komunitas jazz di kota Semarang hingga dari luar kota Semarang bersemarak menampilkan performa terbaiknya. Adapula musisi Indonesia yang tak kalah heboh di Loenpia Jazz 2016 ini seperti Calvin Jeremy, Dewa Budjana, Faris RM hingga grup band The Groove. Band yang berusia 19 tahun itu pun menjadi hiburan yang cukup nyentrik hingga membuat belasan ribu penonton ikut bernostalgia dan bernyanyi bersama hingga acara penutupan yang berlokasi di Stage Dreamtown itu berujung meriah.

“Sangat senang bisa membawa musik Jazz menjadi musik yang populer di Semarang, karena dari tahun ketahun peminatnya pun semakin banyak. Semoga dengan terselenggaranya acara ini, musik Jazz di Semarang bisa menjadi sebuah karya yang terus ada dan eksistensinya mencapai tingkat Internasional,” Ujar Katarina Aprila, PR Manager Loenpia Jazz 2016. (Nina, Manunggal)