Semarak Festival Layang-Layang Isi Liburan di Langit Surabaya

Terik matahari tidak mempengaruhi keseruan bermain layang-layang dalam event Surabaya International Kite Festival, Minggu (24/7) di Side Area Long Beach, Surabaya. (Nina/Manunggal)

Terik matahari tidak mempengaruhi keseruan bermain layang-layang dalam event Surabaya International Kite Festival, Minggu (24/7) di Side Area Long Beach, Surabaya. (Nina/Manunggal)

ManunggalCybernews— Surabaya merupakan kota metropolitan kedua setelah Ibu kota Jakarta. Tidak salah jika musim liburan seperti ini, Kota Surabaya dipadati wisatawan. Memanfaatkan hal tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya bekerja sama dengan Persatuan Layang-Layang Surabaya (PERLABAYA) mengadakan berbagai macam event untuk mengenalkan budaya. Salah satunya yaitu Surabaya International Kite Festival, yang tak hanya diramaikan oleh peserta dalam negeri, namun juga peserta tamu yakni warga negara China, Hongkong, Malaysia, dan Thailand. Sehingga partisipan yang mengikuti kurang lebih berjumlah 120 peserta.

Surabaya International Kite Festival atau Festival Layang-Layang ini sudah terselanggara sebanyak sembilan belas kali. Tahun ini, acara tersebut diselenggarakan di Side Area Long Beach selatan Pakuwon City, kelurahan Kenjeran Kecamatan Mulyorejo, Surabaya. Acara yang dimulai pada pukul 10.00 WIB itu dibuka oleh Ibu Risma, Walikota Surabaya.

Terdapat empat kategori perlombaan yakni layang-layang kreasi dua dimensi, layang-layang kreasi tiga dimensi, layang-layang train/rangkaian, dan layang-layang Rokkaku Challange. Peserta dari Surabaya International Kite Festival ini terdiri sembilan belas daerah dari sembilan provinsi dan 42 klub layang-layang di Indonesia.  Selain itu, acara ini bertujuan untuk menunjang kegiatan Preparatory Committee 3 (Precon 3) UN Habitat, melestarikan budaya permainan layang-layang yang ada di masyarakat, serta meningkatkan apresiasi masyarakat tentang budaya, khususnya layang-layang.

“Senang sekali kita masih bisa mengadakan acara Surabaya International Kite Festival. Acara ini memang tidak hanya untuk objek wisata saja, namun untuk melestarikan kebudayaan tradisional bermain layang-layang di kalangan masyarakat,” ujar Monar, staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya. (Nina/ Manunggal)