Semangat Wujudkan Kebiasaan Berjalan Kaki

Capture

Aksi Pertama KPKS saat berdialog dengan Kepala Dinas Bina Marga Iswar Aminudin dan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Agus Hermunanto, Jumat (6/2) di Jalan Pahlawan Semarang. (Dok. Pribadi)

Kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 104.211 juta unit menurut sensus terakhir yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik tahun 2013 lalu. Jumlah tersebut mengalami peningkatan 11%  dari tahun sebelumnya. Hal ini berimbas pada kenaikan angka kemacetan dan  pelanggaran lalu lintas. Tak dipungkiri, kondisi tersebut juga menjadi ancaman serius bagi para pejalan kaki.

Itulah hal yang menjadi fokus utama bagi salah satu kelompok masyarakat di Kota Semarang. Aksi pertama yang mereka lakukan pada bulan Februari tahun 2015 lalu merupakan titik awal kelahiran kelompok tersebut. Koalisi Pejalan Kaki Kota Semarang (KPKS), begitulah nama kelompok yang aktif menyuarakan hak-hak dan keselamatan pejalan kaki di ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

Kampanye Hak Pejalan Kaki

Bermula dari kesadaran akan pentingnya fasilitas bagi masyarakat pejalan kaki, KPKS melakukan gerakan berupa kampanye yang dilakukan melalui media sosial, yaitu facebook. Grup facebook yang sudah berjalan sekitar satu tahun itu kini memiliki anggota lebih dari 1600 orang. Anggota grup yang terdiri dari berbagai kalangan tersebut merupakan anggota KPKS, karena dalam KPKS tidak ada sistem perekrutan anggota secara khusus dan dilakukan dengan sukarela. “Di facebook, para akademisi biasanya sangat aktif berbagi pengetahuan tentang fasilitas pejalan kaki dan pentingnya transportasi berkelanjutan agar segera diadopsi kota-kota di Indonesia,” jelas koordinator KPKS, Theresia Tarigan.

Selain kampanye melalui facebook, KPKS juga menyuarakan gerakannya melalui berbagai kegiatan. Saat ini, KPKS sudah melakukan tiga aksi di beberapa ruas jalan Kota Semarang. Aksi pertama KPKS berupa sosialisasi dengan tema “Mewujudkan Kota yang Humanis” di depan air mancur Jalan Pahlawan, aksi kedua bertema “Peningkatan Kualitas dan Fungsi Trotoar bagi Pejalan Kaki dan Penyandang Disabilitas”, dan aksi ketiga bertema “Selamatkan Pejalan Kaki” yang diselenggarakan di depan eks Wonderia Semarang. Melalui aksi-aksi tersebut, KPKS membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berjalan kaki dan menggunakan transportasi publik. Selain itu, KPKS juga bertujuan mendorong pemerintah supaya menyediakan fasilitas publik sesuai dengan Pasal 25 dan Pasal 125 Undang-undang No. 22 tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Pages 1 2 3