Semangat Literasi, Perpustakaan Desa Pasir Siap Dibuka Kembali

 

Tim I KKN Undip 2020 Desa Pasir bersama pemuda karang taruna. (Foto: Dennis) 

Citizen Journalism— Menurut Kemendikbud 2016/2017, jumlah perpustakaan desa di Indonesia hanya sebanyak 23.281 (sekitar tiga puluh persen) dari 77.095 desa/kelurahan yang ada. Hal ini merupakan salah satu penyebab dari rendahnya tingkat literasi di Indonesia. Desa Pasir, kecamatan Mijen, Demak mempunyai perpustakaan desa (perpusdes) sendiri yang bernama “Ngudi Kaweruh” atau dalam bahasa Indonesia artinya mencari ilmu. Akan tetapi, perpusdes ini sempat terhenti operasionalnya karena ketiadaan SDM yang mengurus perpustakaan tersebut . Melihat hal tersebut, Tim I KKN Undip Tahun 2020 dari Desa Pasir mengadakan program revitalisasi dan relaunching perpustakaan Desa Pasir “Ngudi Kaweruh” agar berjalan kembali dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Kegiatan ini dimulai dengan kumpul bersama karang taruna Desa Pasir “Patera Yodha” yang nantinya akan mengurus perpusdes. Dari diskusi didapatkan hasil bahwa sebelum pembukaan kembali perpusdes diperlukan penertiban administrasi mulai dari pemilahan buku, pembuatan katalog buku, penomoran dan labeling buku, pembuatan alur, tata tertib, SOP perpusdes sampai pembuatan media pendukung. Kegiatan tersebut dilakukan mulai dari 12 Januari sampai 12 Februari 2020. Setelah administrasi tertib, barulah dilakukan persiapan tempat dan pengurus.

“Terima kasih kepada tim KKN Desa Pasir yang telah membantu mempersiapkan perpus dan harapannya karena sekarang karang taruna sudah terlibat semoga perpus dapat berjalan terus, ” kata Aan, salah satu anggota karang taruna.

Selasa malam (11/02), untuk menyambut kegiatan relaunching perpustakaan desa diadakan nonton bareng dengan anak-anak di Desa Pasir. Acara ini dilaksanakan di Balai Desa Pasir setelah salat Isya untuk meningkatkan antusias masyarakat khususnya anak-anak agar nantinya mau berkunjung ke perpusdes. Akhir acara ditutup dengan kuis berhadiah untuk anak-anak yang ikut serta nonton bareng. “Nontonnya seru!” teriak Anton, siswa kelas 6 MI, dan teman-temannya.

Harapannya dengan adanya program ini semoga perpustakaan di Desa Pasir “Ngudi Kaweruh” dapat berjalan dan dimanfaatkan kembali oleh masyarakat Desa Pasir, sehingga sesuai dengan arti namanya, masyarakat dapat “mencari ilmu” disana. Karena dengan adanya perpustakaan desa semangat literasi akan meningkat. (Dennis/Kesehatan Masyarakat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *