Seleksi LKMM-M Undip, Sudahkah Transparan?

ManunggalCybernews–  Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Tingkat Madya (LKMM-M) Undip akan berlangsung pada Selasa—Kamis (27—29/9). Tidak dapat dipungkiri, latihan kepemimpinan tingkat universitas ini begitu bergengsi, sebab akan lahir pemimpin-pemimpin kampus ini. Terlebih lagi LKMM-M menjadi salah satu syarat mutlak bagi mahasiswa yang hendak mencalonkan diri sebagai Ketua BEM Undip selanjutnya. Lalu, bagaimanakah prosesinya? Berikut ini merupakan empat fakta di balik seleksi LKMM-M.

Tim penyeleksi

Tim penyeleksi pada tiap fakultas terdiri dari perwakilan PSDM BEM Fakultas dan alumni LKMM-Madya di fakultas masing-masing. Penetapan alumni tersebut sebagai tim penyeleksi didasarkan pada adanya pengalaman.

“Alumni Madya tahun lalu menjadi tim penyeleksi, karena bisa saja PSDM fakultasnya ada yang belum mengikuti LKMM-M. Maka dari itu, mereka didampingi oleh alumni Madya,” ujar Istata Luqman, perwakilan dari bidang Keorganisasian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (K&PSDM) BEM Undip saat ditemui Jumat (8/9).

Kuota peserta

Secara keseluruhan, kuota peserta LKMM-M sejumlah 80 orang. Namun, ternyata ada penurunan jumlah kuota pada delegasi UKM. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya minat pendaftar delegasi UKM. Maka dari itu, kuota diturunkan dari sepuluh menjadi tujuh. Tiga sisanya diberikan untuk mahasiswa FISIP, FPP dan FEB. Kuota tambahan diberikan karena ada banyak mahasiwa dari berbagai jurusan di fakultas tersebut.

Transparansi hasil seleksi

Alasan diterima atau tidak menjadi tanda tanya setiap calon peserta LKMM-M. Namun, setiap fakultas memiliki keputusan tersendiri mengenai transparansi hasil. Salah satu fakultas yang melakukan penilaian secara tranparan yakni FKM.

“Peserta yang lolos maupun tidak akan mendapatkan surat yang berisi transparansi penilaian selama menjalani proses seleksi secara keseluruhan,” jelas Nurafian Majiid, salah satu penyeleksi di FKM saat ditemui Jumat (8/9).

Sementara itu, Fakultas Psikologi memberikan pemaparan mengenai kekurangan calon peserta melalui komunikasi personal pada akhir wawancara.

Tanggapan BEM

Menanggapi terkait kemungkinan adanya kepentingan oknum tertentu, Istata Luqman memaparkan pendapatnya.

“Kami yakin itu memang menjadi sebuah omongan, memang masyarakat memiliki penilaian sendiri-sendiri. Tapi saya menekankan pada mekanismenya. Jadi titik fokusnya adalah bagaimana pertanggungjawaban mereka setelah lolos Madya akan ke mana. Jadi saya tidak terlalu memusingkan terkait hal seleksi. Karena kami juga sudah bagi tugas antara BEM Undip dan fakultas,” pungkas Istata. (Intan, Uti, Clara/Manunggal)