Selamat Jalan, Darmanto Jatman

(Faqih/Manunggal)

ManunggalCybernews—Kabar duka cita menyelimuti tanah air. Penyair, budayawan, pengajar sekaligus sosok yang memprakarsai berdirinya Koran Kampus Manunggal, Prof. Darmanto Jatman tutup usia pada usia 75 tahun di RS Kariadi Semarang pukul  16.45 sore tadi (13/1).

Prof. Darmanto Jatman wafat setelah berjuang melawan sakit yang membatasi aktivitasnya. Keluarga dan kolega berkumpul di rumah duka di Jalan Menoreh No. 73 Semarang. Jenazah akan dimakamkan Senin (15/1) di Pemakaman Keluarga Undip.

Prof. Darmanto Jatman terlahir dengan nama Soedarmanto pada 16 Agustus 1942 di Jakarta. Setelah lulus dari pendidikannya di Universitas Gadjah Mada, ia sempat melanjutkan studi di Universitas Hawaii di Honolulu, Amerika Serikat dan University College London. Prof. Darmanto Jatman dikukuhkan sebagai guru besar Fakultas Psikologi Undip pada 2008.

Karya-karya Prof. Darmanto Jatman tersebar luas di berbagai media massa, meliputi puisi, esai, cerpen, naskah drama, dan artikel-artikel. Buku-buku yang ia tulis di antaranya adalah Ki Blaka Suta Bla Bla (1980), Karto Iyo Bilang Mboten (1981), Sang Darmanto (1992), dan Sori Gusti (2002).

Prof. Darmanto pernah diundang dalam Festival Puisi Adelaide (1980) dan International Poetry Reading di Belanda (1983). Pada tahun 2002, ia mendapat Anugerah Satyalencana Kebudayaan dari pemerintah Indonesia dan anugerah The SEA Write Award dari Putra Mahkota Thailand atas buku puisinya berjudul Isteri. Sebagai budayawan, Prof. Darmanto Jatman aktif dalam teater dan sempat menjadi sutradara pementasan.

Prof. Darmanto Jatman juga merupakan salah satu perintis berdirinya Koran Kampus Manunggal pada Agustus 1980, cikal bakal dari LPM Manunggal yang kini berdiri sebagai pers tingkat universitas di Undip. Bersama dengan para penggagas awal yakni Dwi Sarono dan Bambang Siswanto, serta para perintis yang lain yakni Bambang Sadono, Prof Anies, dan Prof Sudharto, Darmanto Jatman turut menorehkan jejaknya pada dunia jurnalistik kampus.

Selamat jalan, Darmanto Jatman. Namamu akan terkenang abadi dalam setiap karya dan jejakmu. (Ayu/Manunggal)