Sekolah Vokasi Masih Perlu Dikonsolidasi

Papan tanda Sekolah Vokasi Undip telah dipasang di kawasan D-3 Teknik Undip Tembalang, Jumat (2/9). (Ayu/Manunggal)

Papan tanda Sekolah Vokasi Undip telah dipasang di kawasan DIII Teknik Undip Tembalang, Jumat (2/9). (Ayu/Manunggal)

ManunggalCybernews—Pejabat struktural Sekolah Vokasi resmi dilantik pada Kamis (1/9) lalu. Dekan Sekolah Vokasi, Prof Imam Buchori menjelaskan bahwa Sekolah Vokasi Undip masih membutuhkan konsolidasi dalam proses pelaksanaannya. “Saat ini masih mengumpulkan data, apa saja prodinya (program studi—red), mahasiswanya berapa, dosennya siapa saja, siapa kaprodinya, dan seterusnya,” papar Prof Imam saat ditemui Jumat (2/9).

Papan tanda Sekolah Vokasi pun telah dipasang di kawasan DIII Teknik. Pada papan tersebut tercantum bahwa ada empat departemen di Sekolah Vokasi yaitu Departemen Sipil dan Perencanaan, Departemen Teknologi Industri, Departemen Ekonomi dan Keuangan, serta Departemen Sosial dan Bahasa.

“Direncanakan ada empat departemen, tapi untuk kepastiannya kita konsolidasi dulu. Kalau sudah ada SK dan sebagainya, itu baru jadi departemen. Yang sudah pasti itu bahwa namanya adalah Sekolah Vokasi,” jelas Prof Imam.

Terkait lokasi, Prof Imam mengungkapkan bahwa pengadaan gedung Sekolah Vokasi masih berupa rencana, sehingga untuk sementara Sekolah Vokasi akan menempati DIII Teknik. Proses belajar mengajar akan berlangsung di fakultas masing-masing. Kendati demikian, secara status mahasiswa DIII sudah masuk ke Sekolah Vokasi.

Lebih lanjut, Prof Imam memaparkan keunggulan adanya Sekolah Vokasi. Yang pertama adalah pengembangan Sekolah Vokasi dapat dilaksanakan, misalnya pengadaan program DIV, magister terapan, hingga doktor terapan. Keuntungan lain adalah kerja sama dengan industri dapat dilaksanakan dengan lebih fokus.

“Di kurikulum dan sebagainya nanti harus lebih praktis, lebih ke keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar karena vokasi itu harus siap pakai. Ya sekali lagi ini proses juga,” pungkasnya. (Uti/Manunggal)