Sejarah Hari Buku Sedunia

This slideshow requires JavaScript.

Perayaan La Diada de Sant Jordi mungkin masih terdengar asing di telinga kita, peringatan ini pertama kali diselenggarakan pada abad ke-15 di Catalunya, Spanyol.  Perayaan tersebut diadakan untuk memperingati hari kematian Saint George, Santo pelindung dari Catalunya.

Festival La Diada de Sant Jordi identik dengan para pria yang memberikan bunga mawar kepada kekasihnya, akan tetapi para pedagang buku mulai mempengaruhi tradisi perayaan tersebut. Para wanita mulai memberikan buku kepada pria sebagai pengganti mawar yang diterimanya. Pada masa itu lebih dari 400.000 buku telah terjual dan ditukarkan dengan bunga mawar sebanyak 4 juta.

Pada tahun 1995 UNESCO menyelenggarakan Konferensi Umum di Paris yang menetapkan bahwa tanggal 23 April sebagai peringatan World Book Day berdasarkan perayaan La Diada de Sant Jordi di Catalunya. Pada tanggal 23 April beberapa pengarang terkenal seperti Shakespeare, Cervantes, Inca Garcilaso de la Vega, dan Josep Pla meninggal dunia. Selain meninggalnya beberapa pengarang terkenal, pada tanggal tersebut juga merupakan tanggal kelahiran beberapa pengarang seperti Maurice Druon, Vladimir Nabokov, Manuel Meija Vallejo, dan Halldor Laxness.

Peringatan  World Book Day merupakan bentuk penghargaan antara pengarang, penerbit, distributor, organisasi perbukuan, serta komunitas-komunitas yang bekerja sama untuk mempromosikan buku dan literasi untuk meningkatkan nilai-nilai sosial budaya kemanusiaan.

Perayaan Hari Buku Sedunia di Beberapa Negara

Berbagai negara menyelenggarakan perayaan World Book Day dengan berbagai cara. Dilansir dari library.unusa.ac.id, peringatan World Book Day di Brazil diperingati dengan cara menyampaikan kampanye mengenai kesusasteraan untuk anak-anak yang dilakukan oleh berbagai toko buku, sedangkan di Mexico sejak tahun 2008 memperingati World Book Day dengan mengadakan pembacaan buku di depan publik selama 12 jam berturut-turut yang bertujuan untuk meningkatkan minat membaca dan kecintaan terhadap buku. Lain halnya di Bosnia, perayaan World Book Day dilakukan dengan melaksanakan Pesta Buku Internasional.

UNESCO mengembangkan sebuah konsep, yaitu World Book Capital, konsep tersebut menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan oleh UNESCO. Menurut en.unesco.org, tahun ini Kota Athens, Yunani menjadi World Book Capital 2018, dimulai dengan diadakannya pertemuan dengan perwakilan kedutaan dan institusi negara Nordic (Swedia, Norwegia, Denmark, Finlandia) yang bertujuan untuk mengkoordinasi dan merencanakan partisipasi mereka dalam keorganisasian UNESCO. (Hanifa/dari berbagai sumber).