Satu Langkah Lebih Maju dalam Pengawalan

Pengamanan upacara Penerimaan Maha­ siswa Baru (PMB) Universitas  Diponegoro tahun 2016 dilaksanakan lebih terorganisir dari tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari ti­dak adanya orang tua/wali para mahasiswa di dalam Stadion Undip dan berkurangnya jum­lah pedagang yang berada di lokasi. Selain itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi upacara terlihat lebih lancar dibandingkan dengan ta­hun lalu. Resimen Mahasiswa (Menwa) juga menyatakan keamanan tahun ini diperketat dan ditingkatkan dari segala sisi. Sebanyak 35 personil aktif dikerahkan untuk melaku­kan pengawalan terhadap kelancaran upacara PMB.

“Tahun ini, berdasarkan rapat PMB yang saya ikuti pengawasannya diperketat dan pelaksanaannya juga dikakukan dengan pro­fesional,”  ujar  salah  satu  anggota  Menwa, Shulkhan.

Peningkatan pengamanan dan pengawa­ lan berlangsungnya upacara PMB juga ber­dampak pada kebersihan lokasi pelaksanaan upacara. Selain bertanggung jawab terhadap keamanan, Menwa juga bertanggung jawab terhadap petugas upacara yang terdiri dari enam belas orang mahasiswa baru dari ma­cam-­macam jurusan sarjana, diploma, pascasarjana, magister, spesialis, dan profesi. Se­dangkan pengamanan dilakukan di dalam dan disekitar pintu masuk lokasi upacara PMB. Sebelumnya persiapan dilakukan selama kurang lebih dua bulan baik persiapan inter­nal maupun seleksi.

Sayangnya, masih ada kendala yang muncul meskipun persiapan sudah dilakukan dengan matang. Ada beberapa pedagang yang luput dari pengawasan Menwa. Pedagang­ pedagang tersebut menyelinap masuk untuk menjajakan minuman ke dalam area Stadion Undip.

Terlepas dari peningkatan keamanan tersebut, salah seorang anggota Menwa ber­pendapat bahwa upacara PMB 2016 yang dilakukan sedikit berbeda tersebut tidak sesu­ai dengan hakikat upacara pada umumnya, peserta upacara seharusnya berdiri ketika upacara berlangsung.   “Karena kalau dalam tata upacara sendiri harusnya berdiri, tetapi untuk misalnya Senat, BEM, dan dosen­ dosen yang lain itu ada tendanya seperti itu layak, istilahnya etis mungkin. Menurut saya kenapa seperti karena Undip menuju ke PTN­ BH,” ujar Shulkhan. (Amal, Dame/Manunggal)

Versi cetak artikel ini terbit di newsletter Joglo Pos Xpress Edisi I / TAHUN XVI /9 Agustus 2016 di halaman 3 dengan judul “Satu Langkah Lebih Maju Dalam Pengawalan”.