Sampaikan Pesan Lewat Lagu

Dengan pengemasan berbeda, Rendy Ahmad, pemeran tokoh Arai dalam film “Sang Pemimpi” menjejakkan kaki di belantika musik Indonesia. Aliran Pop-Rock, diusung remaja kelahiran Belitung 20 tahun silam ini sebagai sarana menyampaikan pesan pada lagu-lagunya. Berikut kutipan wawancara reporter “Manunggal” Nur Ainina Razan dengan Rendy Ahmad, beberapa waktu lalu.

Menurut Anda, apa perbedaan bermusik dan bermain film?

Wah, jelas beda sekali ya. Kalau main film, kita harus mengikuti script, segala yang kita ungkapkan dan lakukan sudah ada yang mengatur. Kalau main musik, kita bisa jadi diri kita sendiri. Kita bisa ungkapkan segala ide kita dengan gaya kita sendiri. Jadi, ya sudah pasti beda.

Mana yang lebih dulu, bermusik atau bermain film?

Sebenarnya sih bareng ya. Waktu itu pertama kali main film di Sang Pemimpi dan waktu itu juga ngisi soundtrack film itu. Disitu aku ngisi dua lagu sama Nugie. Jadi, nggak bisa dibilang duluan mana, dua-duanya berjalan bersamaan.

Siapa yang awalnya mendukung Anda bermusik?

Lingkungan sekitar yang mendukung aku bermusik dan pastinya keluarga. Pada intinya, keluargaku itu membebaskan aku untuk mengembangkan minatku dalam hal apapun selama itu bersifat positif. Aku bermusik, aku bermain film, mereka selalu mendukung.

Siapa musisi idola Anda?

Musisi idolaku banyak sih. Kalau musisi Indonesia, aku suka Nugie dan banyak musisi Indonesia lainnya. Kalau musisi luar negeri, aku suka Gun N Roses. Walaupun genre musikku bukan blues, tapi aku suka. Aku juga suka Ariel (NOAH), dia salah satu panutanku dalam bermusik.

Apa yang menjadi ciri khas bermusik Anda?

Genre aku Pop-Rock dan yang bikin musikku berbeda adalah pesan yang aku coba sampaikan dari lagu-laguku. Disini aku nggak cuma sekadar bermusik, tapi juga melempar pertanyaan bagaimana cara memecahkan permasalahan yang ada di sekitar kita, seperti masalah lingkungan dan korupsi.

Berapa lagu yang sudah Anda ciptakan?

Ada dua lagu, “Zakiah Nurmala” sama “Vonis”. Lagu “Zakiah Nurmala” ini aku ciptakan bersama Nugie untuk film Sang Pemimpi. Kalau lagu yang judulnya “Vonis” bertema antikorupsi. Lagu ini sempat meraih runner-up dalam Kompetisi Musik Antikorupsi Se-dunia di Belgia.

Kapan Anda akan merilis album?

Sementara ini, aku dan Simponi baru punya mini album. Laguku dan Simponi yang dikumpulkan dalam mini album pertama itu ada empat lagu. Untuk judul albumnya sendiri “Cinta Bumi Manusia”. Jadi, awalnya Simponi ini sebuah organisasi, tapi akhirnya jadi sebuah band.

Apa pesan Anda untuk musisi-musisi di Indonesia?

Yang pasti jangan melakukan pembajakan, selalu kreatif, dan jangan cuma bermusik, tapi juga melakukan hal-hal positif lain, seperti menjaga lingkungan dan yang paling penting, selalu peka dan terbuka pada isu-isu yang ada di sekitar kita.