Abaikan Hasil Muswa, SA Tentukan Aturan MWA

MWA adalah salah satu syarat Undip menyandang status PTN-BH, namun peraturan SA tentang MWA justru mengundang kekecewaan. (Dok. Istimewa)

MWA adalah salah satu syarat Undip menyandang status PTN-BH, namun peraturan SA tentang MWA justru mengundang kekecewaan. (Dok. Istimewa)

ManunggalCybernews—Badan Eksekutif Mahasiswa Undip (BEM Undip) dan Senat Mahasiswa Undip (SM Undip) menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan rektor mengenai perwakilan mahasiswa di Majelis Wali Amanat (MWA). Kekecewaan ini merupakan imbas dari tidak tersampaikannya hasil musyawarah mahasiswa (muswa) yang telah dilakukan BEM, SM, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), di Student Centre, Minggu (15/11).

Sebagai salah satu syarat untuk menyandang status Perguruan Tinggi Negeri-Badan Hukum (PTN-BH), Undip perlu membentuk MWA yang salah satu unsurnya terdiri dari satu perwakilan mahasiswa. MWA adalah badan tertinggi di universitas yang mewakili kepentingan pemerintah, kepentingan masyarakat dan kepentingan universitas.

Muswa pun digelar untuk merumuskan aturan mengenai syarat pencalonan mahasiswa di MWA serta proses pemilihannya. Berdasarkan muswa, disepakati bahwa perwakilan mahasiswa di MWA bersifat independen dan pemilihannya akan difasilitasi oleh Panitia Pemilihan serta ditentukan oleh Badan Pemilih. Badan pemilih terdiri atas 11 perwakilan dari fakultas, satu perwakilan dari BEM Undip, satu perwakilan dari SM Undip, satu perwakilan dari UKM, satu perwakilan dari mahasiswa S2 dan satu perwakilan dari mahasiswa S3.

Mulanya pihak rektorat setuju akan mempertimbangkan pendapat dari mahasiswa untuk membentuk rancangan ketentuan perwakilan mahasiswa di MWA. Kekecewaan muncul setelah Senat Akademik Undip (SA Undip) justru telah menentukan bahwa MWA perwakilan mahasiswa akan diisi oleh Ketua BEM, tanpa mendengarkan hasil muswa.

“Selasa (17/11) kita buat isu kita buat propaganda dari BEM, yang RIP majelis wali amanat. Itu sikap dan kekecewaan kita terhadap Senat Akademik. Karena kita sudah muswa, tiba-tiba peraturan sudah dibuat tanpa kita menyampaikan dulu hasil muswa itu,” ungkap Andi Oktariansyah, Ketua Bidang Harmonisasi Kampus BEM Undip.

Menanggapi hal tersebut, Andi mengatakan bahwa Pembantu Rektor III Budi Setyono akan berada di garis terdepan untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada SA Undip dalam rapat dengar pendapat, Selasa (24/11). (Kalista/Manunggal)