Rembug Sobokartti Angkat Tema Pelestarian Budaya

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Kasturi, memaparkan upaya pemerintah dalam pelestarian cagar dan warisan budaya Semarang, dalam Rembug Sobokartti di Gedung Kesenian Sobokartti, Jumat (5/6). (Nina/Manunggal)

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Kasturi, memaparkan upaya pemerintah dalam pelestarian cagar dan warisan budaya Semarang, dalam Rembug Sobokartti di Gedung Kesenian Sobokartti, Jumat (5/6). (Nina/Manunggal)

 

ManunggalCybernews—“Sobokartti didirikan untuk mengembangkan dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap budayanya sendiri,” kata Cahyono, Ketua Perkumpulan Kesenian Sobokartti dalam Rembug Sobokartti di GedungKesenian Sobokartti, Jumat (5/6). Diskusi ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan Sangkar Seni 2015 oleh Jurusan Ilmu Komunikasi Undip yang bekerja sama dengan Perkumpulan Kesenian Sobokartti.

Bermula pada awal abad ke 20, Sobokartti lahir berkat kesetaraan pendidikan dalam politik balas budi Belanda yang diperoleh para pemuda saat itu. Mereka sadar bahwa budaya mereka tak kalah dengan budaya Barat.

“Pasti ada pasang surut. Ada masa keceriaan dan kemunduran. Kebangkitan Sobokartti juga karena anak-anak muda,” ujar Cahyono.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Kasturi, mengatakan, pemerintah bertanggung jawab untuk pelestarian cagar budaya dan warisan budaya. Perihal pemeliharaan Gedung Kesenian Sobokartti yang kurang maksimal, ia menjelaskan bahwa kendala terdapat di birokrasi dan pendanaan karena Sobokartti bukan milik pemerintah.

“Sobokartti adalah penggerak seni budaya dan budi pekerti. Pemerintah akan terus berupaya untuk memfasilitasi,” kata Kasturi.

Menurut Dosen Ilmu Komunikasi Undip, Turnomo Rahardjo, interaksi antarbangsa yang tak terhindarkan jangan sampai membuat bangsa Indonesia kehilangan identitas budaya. Karena identitas mengandung hal yang paling dasar, yaitu tentang siapa kita, dan Sobokartti membawa identitas tersebut.

“Memori kultural adalah jejak pikiran masa lalu yang perlu diketahui generasi sekarang. Sobokartti memiliki itu. Bagaimana Sobokartti dengan memori kultural itu tetap bertahan. Miris saya kalau melihat Semarang nggak punya identitas. Supaya tidak hilang seperti identitas lain, Sobokartti perlu perhatian dari kita semua,”ujar Turnomo.

Sebagai cagar dan warisan budaya, Sobokartti memberikan wadah bagi semua kalangan untuk berpartisipasi melestarikan kebudayaan melalui berbagai kegiatan rutin. Kegiatan tersebut antara lain, karawitan untuk anak-anak, perempuan, dan usia lanjut, pedalangan untuk anak-anak dan dewasa, serta tari untuk anak-anak, remaja, dan dewasa. (Kalista/Manunggal)