Remas Cantik Ajak Remaja Tekan AKI dan Kejadian DBD

Foto Bersama Mahasiswa Tim PBL Sumurboto FKM Undip dengan Karang Taruna Kelurahan Sumurboto di Basecamp Karang Taruna Sumurboto, Sabtu (21/11). (Dok. Pribadi)

Foto Bersama Mahasiswa Tim PBL Sumurboto FKM Undip dengan Karang Taruna Kelurahan Sumurboto di Basecamp Karang Taruna Sumurboto, Sabtu (21/11). (Dok. Pribadi)

ManunggalCybernews—Praktik Belajar Lapangan (PBL) Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip mengadakan gerakan Remaja Siaga Cegah Anemia dan Jentik (Remas Cantik), Sabtu (21/11). Gerakan ini mengajak para remaja di Kelurahan Sumurboto untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Dalam kegiatan Remas Cantik ini, kami mengenalkan ke remaja betapa pentingnya mengetahui dan mencegah anemia dan DBD. Selain itu, kami juga menawaran program kerja yang sudah mendapat komitmen dari Karang Taruna Sumurboto,” kata Ririn Wulansari Ketua Tim PBL Sumurboto.

Berdasarkan rilis yang diterima LPM Manunggal, kegiatan ini dilatarbelakangi perolehan data sekunder dari Puskesmas Ngesrep yang menunjukkan bahwa ibu hamil berisiko tinggi menderita anemia. Data mengenai Angka Bebas Jentik (ABJ) juga masih dibawah target pencapaian. Sebagai upaya pencegahan, tim memberikan edukasi dini terhadap para remaja agar dapat menjadi motivator untuk dirinya dan keluarganya dalam mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang.

Selain melibatkan para remaja, anggota Karang Taruna juga diturunkan dalam pemantauan penyebaran jentik. Partisipasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya pemberantasan sarang nyamuk.

Sapto Dwi Karnadi, Lurah Sumurboto berharap kegiatan ini dapat menurunkan AKI dan kejadian DBD dikelurahan Sumurboto dan Karang Taruna bisa semakin aktif dan peduli terhadap kondisi masyarakat. (Kalista/Manunggal)