Rektor Jadi Menteri, Mahasiswa Gelar Diskusi

Suasana Diskusi Terbuka bertajuk Rektor Terpilih Jadi Menristek Dikti, Tanya Kenapa? yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Undip  di Halaman Students Center, Senin (27/10). (Shela/Manunggal)


ManunggalCybernews – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM KM Undip) menggelar Diskusi Terbuka bertajuk Rektor Terpilih Jadi Menristek Dikti, Tanya Kenapa? di Halaman Students Center, Senin (27/10).

Acara yang dilaksanakan pada hari pelantikan menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK ini menghadirkan Sekretaris Senat sekaligus Ketua Panitia Pemilihan Rektor Undip, Prof Dr Ir Sunarso MS dan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Drs Warsito SU sebagai pembicara.

Sebelum diskusi dimulai, Presiden BEM KM, Taufik Aulia Rahmat menyampaikan sambutannya. Dalam sambutan tersebut, dia memberikan pendapatnya terkait pengangkatan Rektor Undip terpilih, Prof Drs H Muhammad Nasir MSi Akt PhD, sebagai Menteri Riset dan Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristek Dikti).

“Terpilihnya rektor terpilih Undip menjadi menteri merupakan sebuah kebanggaan bagi kita. Di sisi lain, hal ini menjadi kewaspadaan tersendiri bagi kita akan adanya vacuum of power,” ujarnya.

Usai sambutan dari Taufik, Prof Sunarso menyampaikan tanggapannya mengenai isu yang diangkat dalam diskusi ini.

“Saya sendiri terkejut, senang, sekaligus sedih mendengar hal ini, karena menjadi panitia pemilihan rektor tidak mudah dan memakan waktu yang tidak sedikit,” katanya.

Meski demikian, Prof Sunarso menuturkan, sivitas akademika Undip tidak perlu risau karena Undip memiliki banyak profesor yang masih muda dan potensial. Menurutnya, ada 54 profesor Undip yang memenuhi kriteria sebagai calon Rektor Undip.

Setelah Prof Sunarso menyampaikan pendapatnya, Warsito memaparkan tanggapannya.

“Kita harus melepas Prof Natsir yang mendapat tugas lebih besar untuk kepentingan negara. Kecewa itu wajar, karena kita telah melewati proses yang panjang dan mendapat seorang pemimpin baru,” tuturnya.

Warsito yakin, Undip memiliki banyak SDM yang jauh lebih baik dari Prof Natsir sehingga diangkatnya Prof Natsir sebagai menteri tidak perlu menjadi beban. Namun, dia mengimbau pada mahasiswa untuk tidak terjebak pada euforia berkepanjangan agar tidak terjadi kekecewaan di kemudian hari.

“Rektor Undip jadi menteri bukan berarti Undip dispesialkan. Tetap harus ada proporsi yang seimbang dengan Perguruan Tinggi lain,” ujarnya.

Acara yang diikuti sekitar seratus mahasiswa ini pun dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab dan diakhiri dengan penyampaian tiga tuntutan mahasiswa oleh Taufik. (Nina/Manunggal)