Refleksi Pendidikan Indonesia Lewat Aksi Damai

Aksi damai BEM FT Undip dihadiri M. Zain selaku anggota DPRD Jateng Komisi E, Jumat (13/5) di Student Centre Undip. (Nina/Manunggal)

Aksi damai BEM FT Undip dihadiri M. Zain selaku anggota DPRD Jateng Komisi E, Jumat (13/5) di Student Centre Undip. (Nina/Manunggal)

ManunggalCybernews—Gejolak permasalahan dalam bidang pendidikan tidak hanya terjadi pada pendidikan tinggi. Presentase alokasi APBN bagi pendidikan yang sebanyak 20% dinilai belum cukup untuk meningkatkan pendidikan. Maka dari itu, Dinas Pendidikan memiliki upaya untuk mengatasi permasalahan pendidikan di Indonesia, mengembangkan standar peraturan pendidikan, meningkatkan standar pendidik dan moral pendidikan.

“Persoalan pendidikan menengah dari 100 anak SMP, hanya 74 anak yang dapat melanjutkan ke jenjang SMA. Hal ini diatasi dengan peningkatan akses salah satunya melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara keseluruhan untuk Jateng Rp5 Triliun untuk Rp5 juta lebih anak SD SMP dan SMA yang dinilai masih sedikit karena kebutuhan pendidikan kita sangat banyak,” papar Taufik Hidayat, salah satu pembicara dalam Aksi Damai dengan tema “Bangkitlah Pendidikan Indonesia”, Jumat (13/5).

Aksi Damai yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Teknik ini digelar di pelataran Student Center Undip. Dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Kota Semarang Taufik Hidayat, Dinas Pendidikan Jawa Tengah Heri Mul, dan anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah M. Zain Adv, kegiatan ini memberi gambaran pendidikan di Indonesia secara umum terutama pendidikan dasar.

Lebih lanjut, melalui Aksi Damai ini mahasiswa mendapat pencerdasan terkait permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia. “Harapannya semakin banyak orang yang sadar dan tercerdaskan tentang pendidikan di Indonesia. Sekaligus supaya kita sadar dengan kemampuan kita sebagai agent of change, iron stock, social control, dan moral force,” ujar perwakilan BEM FT, Muh Rizky Maulana. (Clara/Manunggal)