Ratusan Warga Semarang Antusias Menyaksikan Gerhana

Warga antusias menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian dan kerap mengabadikan fenomena langka tersebut, Rabu (9/3) di Gombel, Semarang (Nina/Manunggal)

Warga antusias menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian dan kerap mengabadikan fenomena langka tersebut, Rabu (9/3) di Bukit Gombel, Semarang (Nina/Manunggal)

 

ManunggalCybernews— Ratusan warga Semarang memadati Bukit Gombel sejak pukul 05.30 WIB. Meski tidak termasuk ke dalam wilayah yang dilewati Gerhana Matahari Total (GMT), warga cukup antusias menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian (GMS) di mana matahari tertutup sebesar 80 hingga 85℅ pada fase puncak.

Antusiasme warga semakin tinggi dengan hadirnya Himpunan Astronomi Amatir Semarang (HAAS) yang menyediakan tiga teleskop dan kacamata filter, “Ada teleskop celestron milik founder HAAS, teleskop bresser skylux milik komunitas CSS MORA UIN Walisongo, dan teleskop sky watcher motor EQ 5 dengan remot synscan milik Pak Harjono, penggemar astro photografi,” jelas Aziz Fajar, Ketua HAAS.

Selain antusias menyaksikan melalui teleskop, kacamata filter juga menjadi item yang diburu warga. Sebanyak 500 buah kacamata habis terjual. “Untuk momen Gerhana Matahari ini, yang dibutuhkan masyarakat paling intinya itu kacamata filter. Kalau masyarakat tidak memiliki kacamata khusus, itu memungkinkan bahaya,” papar Lela Lailatun, anggota HAAS.

Laela juga menjelaskan dalam menggunakan kacamata filter tetap berhati-hati. “Jika sudah dimulai gerhana mataharinya, pandangan arahkan ke bawah dulu, kemudian pakai kacamatanya dan baru melihat. Hindari kontak secara langsung,” (Astrid/Manunggal)