Ratoeh Jaroe Undip17, Wadah Keterampilan Tari Saman Mahasiswa

(Dok. Istimewa)

ManunggalCybernews–Ratoeh Jaroe Undip17 merupakan Badan Semi Otonom (BSO) baru yang menjadi wadah keterampilan dan bakat mahasiswa dalam bidang Tari Saman. Berdirinya Ratoeh Jaroe Undip17 yang terbentuk pada 19 November 2013 ini dilatarbelakangi oleh berbagai penari saman dari setiap fakultas yang ingin melestarikan salah satu budaya Indonesia.

Organisasi yang diketuai oleh Anditya Devi Rachmadianti ini, membuka peluang untuk para mahasiswa yang memiliki bakat di bidang Tari Saman. “Ratoeh Jaroe Undip17 bertujuan untuk mengembangkan bakat Mahasiswa, melestarikan budaya dan kesenian Aceh serta mengharumkan nama Undip,” tutur Anditya.

Terkait nama Ratoeh Jaroe Undip17, Anditya mengatakan nama tersebut berasal dari kata ‘Ratoeh’ yang artinya menari dan ‘Jaroe’ yang berarti jari-jemari, sehingga jika digabungkan menjadi jari-jemari yang menari. Kemudian untuk angka 17 di belakang kata Undip sendiri berarti semangat kemerdekaan 17 Agustus. Selain itu, Anditya juga mengatakan dalam setiap penampilannya diusahakan untuk tampil sebanyak 17 orang penari. “Tarian ini membutuhkan kekompakan dan konsentrasi yang tinggi dari para penarinya,” ujar Anditya.

Beberapa prestasi yang pernah diraih oleh Ratoeh Jaroe Undip17 antara lain menjadi juara 1 dalam ajang Padatara, lomba tari yang diadakan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip. Serta pernah menjadi perwakilan dari Indonesia untuk tampil di acara Indonesia Cultural Night yang diadakan di Universitas Sains Malaysia (USM) Penang.

“Harapan kedepannya kita bisa lebih mengharumkan nama Ratoeh Jaroe Undip17 di kancah nasional dan internasional serta memperkenalkan kesenian dan budaya Aceh kepada masyarakat,” papar Anditya. (Dana/Manunggal)