Rainwater Harvesting, Solusi Kelangkaan Air Di Musim Kemarau

(Dok.Istimewa)

Bangsri, Jepara – Melihat kondisi desa Kepuk yang memiliki kendala air bersih di musim kemarau, mendorong mahasiswa KKN Tim II Undip 2018 melakukan sosialisasi tentang Rainwater Harvesting kepada masyarakat desa Kepuk pada Senin (13/8) pukul 20.00 WIB. Sosialisasi yang diadakan di Pendopo Balai Desa Kepuk, kecamatan Bangsri, kabupaten Jepara tersebut disambut hangat dengan antusiasme warga yang penasaran akan seperti apa bentuk dan cara kerja alat yang akan diperkenalkan.

Kegiatan yang dihadiri oleh anggota karangtaruna, perangkat desa, kader desa, dan tokoh-tokoh masyarakat desa Kepuk ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada warga tentang konsep dan pentingnya Rainwater Harvesting sebagai cara menghadapi kelangkaan air bersih di musim kemarau dan konservasi air di desa Kepuk. Cara-cara yang ditawarkan pun antara lain dengan pembuatan sumur resapan, House Reservoir (tangki penampung air hujan), dan biopori.

Selain sosialisasi tentang Rainwater Harvesting, mahasiswa KKN Undip juga menginisiasi gerakan ‘satu rumah satu lubang biopori’ sebagai cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Peningkatan daya resap air tersebut dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini, kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah.

Pada Selasa (14/8), mahasiswa KKN Undip bersama warga membuat lubang biopori di beberapa halaman rumah warga sebagai bentuk percontohan warga lain untuk turut membuat lubang biopori. “Biopori yang kami buat ini berguna untuk menambah daya resap air hujan ke dalam tanah dan selain itu juga dapat digunakan untuk menghasilkan kompos yang harapannya mampu membuat tanah agar semakin  gembur,” ujar Rizki Amrizal, Koordinator Desa Kepuk TIM II KKN Undip 2018.

Meida Mustika M. P

Mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan Angkatan 2015

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan