Putri Pendidikan, Ukir Prestasi dan Menginspirasi

Dok.Istimewa

ManunggalCybernews—Juria Ayu Handini, mahasiswi Statistika Undip angkatan 2014 berhasil menyabet gelar sebagai Putri Pendidikan Jawa Tengah 2018.  Kurangnya sosok panutan di daerahnya membuat Ayu termotivasi untuk menjadi seorang yang bisa menginspirasi orang lain tentang pendidikan. “Sejak kecil aku enggak punya sosok, lingkungan juga kekurangan sosok, belum ada internet, cukup zaman aku saja yang seperti itu, zaman sudah maju ya harapannya maju juga,” ungkap mahasiswi asal Purbalingga, Jawa Tengah.

Ayu mengatakan selama menjadi putri pendidikan Jawa Tengah terdapat momen yang berkesan, yakni saat melaksanakan program di Desa wisata Kandri. “Nah waktu itu di desa wisata lagi ada pertukaran pemuda Indonesia Kanada. Kita kolaborasi sama anak-anak KKN Unnes membuat program pendidikan karakter untuk anak-anak SD Kandri waktu itu,” jelas Ayu. Menariknya, program kerja pendidikan karakter dilakukan dengan media dolanan tradisional. Selain itu juga mengajak anak muda untuk menyalurkan energi mudanya menuju yang lebih positif, di mana dulu desa Kandri banyak perjudian dan pencurian. Sekarang desa  itu dibangun melalui pendidikan karakter dan mengubah mindset warganya untuk melestarikan budaya.

Perjalanan Ayu selama menjadi putri pendidikan juga tidaklah mudah. Dia harus menunda menyusun skripsinya saat karantina Pemilihan Putri Pendidikan Indonesia. “Berjuang ya harus ada pengorbanan, menuju karantina harusnya sudah menyusun skripsi, ya aku tinggalkan sebentar, dan semuanya ada konsekuensinya,” terang Ayu. Selain itu, menurut Ayu, hambatan itu selalu ada dan keputusan untuk maju atau tidak terletak pada diri kita sendiri. “Lebih prihatin karena dana yang dibutuhkan itu banyak dan dengan keterbatasan itu harus bisa survive, dan hambatan terbesarnya terletak pada diri sendiri,” imbuhnya.

Prestasi yang didapatkan perempuan kelahiran 7 Februari 1997 ini, di antaranya mendapat predikat best performances Hijabku models academy Semarang, menjadi finalis Putri Batik Jawa Tengah 2017, dan yang terbaru yakni sebagai finalis Putri Pendidikan Indonesia 2018. Menurutnya, potensi diri pada seseorang itu dikenali kalau di dalam dirinya ada keinginan untuk mengetahui. “Ada keinginan dalam diri kita untuk mengetahui, kita itu jangan berhenti untuk mencari dan jangan takut untuk mencoba,” tutur Ayu.

Lebih lanjut Ayu juga berpesan, selagi kita masih muda janganlah takut untuk mencoba dan jangan takut gagal. “Selagi kita masih muda jangan takut untuk mencoba dan habiskan jatah gagal kalian. Hambatan banyak wajar, yang penting tetap berpegang pada zat Yang Maha Kuasa,” pungkas Ayu. (Indah,Erlin/Manunggal)