Prof Eko Ajak Generasi Muda Cintai Bahasa Jawa

Seminar Nasional Psikologi Transpersonal-Spritual di Gedung Prof Soedarto Undip, Rabu, 9 Oktober 2013, dengan pembicara (dari kiri) Prof Eko Budihardjo, KH. Mustofa Bisri, dan Hastaning Sakti. (Dian/Manunggal)

Seminar Nasional Psikologi Transpersonal-Spritual di Gedung Prof Soedarto Undip, Rabu, 9 Oktober 2013, dengan pembicara (dari kiri) Prof Eko Budihardjo, KH. Mustofa Bisri, dan Hastaning Sakti. (Dian/Manunggal)

ManunggalCybernews – Budayawan Jawa Tengah yang juga Rektor Undip pada 1998-2006, Profesor Eko Budihardjo, mengajak generasi muda untuk melestarikan bahasa daerah, terutama Jawa. “Jangan lecehkan bahasa Jawa,” kata Prof Eko saat menjadi pembicara di Seminar Nasional Psikologi Transpersonal-Spiritual di Gedung Prof Soedarto Undip Semarang, Rabu, 9 Oktober 2013.

Prof Eko mengatakan, kosakata bahasa Jawa lebih kaya dibanding bahasa lain, termasuk bahasa Inggris. Misalnya saja kata kepeleset, keunduran, dan tiba dalam bahasa Jawa untuk mendefinisikan jatuh yang beragam. “Bahasa Inggris cuma ada kata fall down saja untuk mengartikan jatuh,” ujar Prof Eko di depan sekitar 500 peserta seminar.

Selain soal kosakata, bahasa Jawa menurut Prof Eko, juga memiliki kekuatan untuk memengaruhi  orang lain, misalnya dengan perumpamaan yang memiliki makna atau bebasan. Prof Eko berkisah, semasa dia kecil, kedua orang tuanya kerap memberikan wejangan berupa bebasan. Bebasan itu, Prof Eko akui, memiliki sugesti yang kuat, sehingga dia mengikuti wejangan itu.

Dalam seminar itu, Prof Eko menyampaikan banyak bebasan tentang manusia secara individu, serta hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Bila mengikuti anjuran bebasan itu, menurut Prof Eko, akan muncul banyak manusia berkarakter baik. “Bahasa Jawa punya banyak nasihat bijak untuk kita.”

Selain Prof Eko, Seminar Nasional Psikologi Transpersonal-Spiritual juga mengundang budayawan KH Mustofa Bisri atau Gus Mus dan psikolog Hastaning Sakti sebagai pembicara. Seminar itu menjadi rangkaian perayaan Dies Natalis Undip ke-56 yang bertema Berkarya dengan Empati. Seminar psikologi kali ini, menurut ketua panitia yang juga Dekan Fakultas Psikologi, Prasetyo Budi Widodo, menekankan pada pentingnya keluarga sebagai pendidik pertama bagi manusia dan spiritual sebagai pijakan utama manusia saat bertindak. (Dian/Manunggal)