Probiotik Mandiri Berbahan Baku Lokal untuk Meningkatkan Produksi Budidaya

(Dok.Istimewa)

Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi ternak salah satunya adalah dengan penambahan probiotik. Sudah banyak merek dagang probiotik yang ada dipasaran. Namun masih sedikit masyarakat yang menggunakan probiotik mandiri. Secara kualitas, probiotik mandiri tidak kalah saing dengan probiotik yang ada dipasaran. Tetapi harganya jauh lebih hemat apabila mampu membuat probiotik mandiri. Hal ini yang menjadi latar belakang bagi mahasiswa KKN Undip Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara melakukan kegiatan edukasi dan pelatihan pembuatan probiotik mandiri dari bahan baku lokal. Begitu besarnya potensi yang dimiliki Desa Batukali dibidang pertanian, peternakan dan perikanan sangat disayangkan apabila belum termanfaankan dengan optimal. Dilihat dari letak geografisnya, Desa Batukali dikelilingi oleh persawahan dan memiliki sistem irigasi yang baik. Terdapat satu sungai besar yang berfungsi sebagai sumber air utama untuk irigasi persawahan.

Selama ini potensi desa batukali yang masih menonjol adalah dibidang pertanian. Dengan adanya bekal pengetahuan tentang pembuatan probiotik mandiri, diharapkan kegiatan dibidang peternakan dan perikanan juga dapat menonjol. Pembuatan probiotik ini dapat diaplikasikan terhadap semua hewan ternak seperti mamalia, unggas dan ikan. Selain itu bahan baku yang digunakan untuk pembuatan probiotik berasal dari bahan baku lokal dan harganya cukup terjangkau. Selain itu proses pembuatannya juga tergolong mudah. Hanya dengan menyiapkan bahan bahan yang dibutuhkan, kemudian mencampur dan menyimpannya dalam keadaan tertutup.

Manfaat dengan adanya pemberian probiotik ini terhadap hewan ternak adalah diantaranya dapat meningkatkan efisiensi pakan yang dicerna, memperbaiki kualitas lingkungan pada budidaya ikan, dan dapat mengurangi bau kotoran yang menyengat khususnya pada budidaya mamalia dan unggas. Semua manfaat yang ada akan berdampak pada peningkatan produksi budidaya. Aplikasi penggunaan probiotik mandiri ini telah dilakukan terhadap ternak warga Desa Batukali dan budidaya ikan lele di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Minarejo. Hasil evaluasi yang diperoleh bahwa dengan penggunaan probiotik mandiri ini terhadap ternak mamalia, mampu merangsang nafsu makan kerbau dan sapi. Selain itu aplikasi pada budidaya ikan lele, mampu menghilangkan bau tak sedap yang ditimbulkan akbiat budidaya ikan lele.

M Burhanuddin Yusuf

Mahasiswa Tim 2 KKN UNDIP

Departemen Aquaculture FPIK