PR I: Dengan SPI, Balancing Keuangan Jadi Logis

(Ilustrasi: Adi/Manunggal)

(Ilustrasi: Adi/Manunggal)

ManunggalCybernews—Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) akan ditetapkan pada mahasiswa yang diterima melalui jalur Ujian Mandiri (UM). Pembantu Rektor I, Prof Muhammad Zainuri menjelaskan pengadaan SPI dalam audiensi bersama BEM dan senat di Student Centre, Senin (21/3).

“PTN BH tidak diperiksa oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan—red), melainkan oleh KPK. Jadi nanti kita diperiksa dulu oleh auditor nasional. Laporan auditor nanti akan dicocokkan. Dengan SPI ini, sebetulnya balancing keuangan kita itu jadi logis karena PTN BH sifatnya kemandirian. Dan program penerimaan mahasiswa baru yang sifatnya mandiri adalah ujian mandiri,” kata Prof Zainuri.

Oleh karena itu, menurut Prof Zainuri, Undip harus memberanikan diri mengatakan bahwa mahasiswa yang masuk melalui jalur UM betul-betul mandiri dan tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah. Apabila mahasiswa tersebut mendapat subsidi, maka hal tersebut bisa jadi akan dipertanyakan.

“Subsidi kan jelas alokasinya, dan sudah ditetapkan oleh permen (peraturan menteri—red), yaitu untuk (mahasiswa) SNMPTN dan SBMPTN. Sementara, UM itu diberikan kepada universitas untuk memberikan kesempatan pengembangan terhadap wilayahnya,” katanya.

Terkait penggunaan SPI, dikutip dari Joglo Pos, Pembantu Rektor (PR) II Darsono menjelaskan bahwa biaya SPI digunakan untuk pengembangan segala fasilitas maupun sarana prasarana Undip. “Untuk pengembangan penelitian, alat-alat laboratorium termasuk juga sedang kita pikirkan fasilitas mahasiswa, training center,” jelas Darsono yang ditemui di ruangannya, Selasa (1/3). (Ayu/Manunggal)