Polemik UKT Semester 9 Belum Usai

(Dok. Istimewa)

(Dok. Istimewa)

Tuntutan Pemotongan Biaya UKT

Pada Mei lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik (FT) Undip meng diskdakan diskusi terbuka. Mengangkat tema “Pendidikan Tingkat Tinggi”, fokus utama diskusi tersebut untuk membahas kesejahteraan mahasiswa serta UKT penuh yang diembankan kepada angkatan 2013 di semester 9.

Menanggapi berbagai tuntutan mahasiswa, Prof. Zain mengatakan tidak ada pemotongan UKT semester 9. “UKT itu adalah peraturan yang diberikan oleh pemerintah. Bahwa UKT itu berdasarkan kepada BKT. BKT itu anggaran yang ditetapkan oleh pemerintah. Jadi pemerintah masih memberikan subsidi. Pemerintah saja masih memberikan subsidi, apalagi yang mau dipotong?” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof Zain menegaskan UKT yang dikenakan kepada mahasiswa sudah tergolong murah. “Mahasiswa tahun 2013 termasuk angkatan yang beruntung. Kalau sebelum-sebelumnya sewaktu belum diberlakukan UKT, itu bayarannya malah lebih mahal. Kan ada empat komponen itu dulu. Ada SPP, ada PRKP, ada sumbangan pengembangan institusi (SPI) dan SPMP. Sekarang cuma jadi satu dan lebih murah,” jelasnya.

Menurut Prof. Zain, biaya UKT tidak hanya sebagai bagian Satuan kredit semester (SKS) yang wajib dibayarkan, melainkan juga akumulasi biaya umum seperti gaji dosen pembimbing. “Coba cek standar biaya umum. Berapa biaya seorang pembimbing itu, berapa kali dia bimbingan, itu dikalikan. Alokasinya itu 700 ribu/jam. Mahasiswa itu kalau dalam 16 minggu konsultasi terus, itu berarti 1 hari 1 jam totalnya menjadi 16 jam dikali 700, berapa jumlahnya. Masih ada pembimbing satu dan pembimbing dua. Kemudian ada panel ujian. Jadi kalau dijumlahkan jauh lebih tinggi daripada UKT.,” jelasnya.

Tanggapan Mahasiswa

Melihat polemik UKT tersebut, salah satu mahasiswa angakatan 2013 mengungkapkan pendapatnya tentang ketidakseragaman fakultas dalam mengeluarkan kebijakan. “Ada fakultas yg kemudian membuka banding, ada pula yg tidak. Jika memang momen kali ini dirasa prematur, harapannya ke depan dapat diadakan kajian dan sosialisasi mengenai transparansi dana universitas sehingga masyarakat kampus paham mengenai kebijakan yg dipilih Undip,” ujar Gina, mahasiswa jurusan Sastra Indonesia. (Ulfa/Manunggal)

Versi cetak artikel ini terbit di buletin Joglo Pos Edisi II / Tahun XVII / 12 Juni – 12 Juli 2017 di halaman 1 dengan judul “Polemik UKT Semester 9 Belum Usai”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *