Placker (Plafon Cangkang Kerang), Inovasi Plafon Terbaru Ramah Lingkungan

Perkembangan dunia konstruksi-arsitektur sangatlah pesat dan tak pernah luput dari inovasi-inovasi terbarunya. Seperti yang telah dilakukan oleh salah satu tim Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) karya mahasiswa Teknik Sipil Undip, yaitu Tegar R. P. Negara, Darma Adi S., Tricya Yolanda dan Robert Susanto. Tim melakukan sebuah inovasi terhadap salah satu material konstruksi yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu plafon.

Placker alias plafon cangkang kerang merupakan produk yang sedang dikembangkan dalam rangka mengurangi penggunaan asbes sebagai bahan dasar plafon. Plafon yang berbahan dasar asbes, saat ini terungkap bahwa penggunaannya bisa berdampak buruk terhadap kesehatan karena asbes yang terpajan oleh manusia bisa menimbulkan penyakit pernafasan yaitu asbestosis.

Selain itu, inovasi Placker diharapkan mampu mengurangi penggunaan semen yang digunakan pada plafon jenis Glassfibre Reinforced Concrete (GRC). Pengurangan penggunaan semen ini dimaksudkan untuk mengurangi pengekploitasian secara berlebihan batu kapur sebagai bahan dasar semen.  Seperti diketahui, batu kapur adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.

Placker memiliki komposisi yang cukup unik karena memanfaatkan limbah cangkang kerang. Limbah cangkang kerang yang didapatkan di daerah pesisir termasuk salah satunya daerah Tanjung Mas, Semarang ini, selanjutnya ditumbuk sampai halus hingga berbentuk serbuk. Serbuk cangkang kerang ini kemudian dicampur dengan semen dan pasir dengan komposisi 25% pasir, 45% serbuk cangkang kerang, dan 30% semen. Setelah berbentuk adonan dan dicampur dengan air, lalu dicetak dan diberi bahan serat fiber (mat) sebagai penahan tarik pada kekuatan plafon.

cangkang kerang 1 cangkang kerang 2

Proses produksi Placker (Plafon Cangkang Kerang)

Produk Placker memiliki peluang komersil yang cukup tinggi dikarenakan biaya produksi yang murah, ramah lingkungan dan bahan baku mudah didapatkan. Selain bisa mengurangi penggunaan asbes dan semen, produk ini diharapkan mampu memberikan potensi bagi masyarakat daerah pesisir dengan dimanfaatkannya limbah cangkang kerang ini.


Oleh:

Tegar Ramadhan P. Negara (21010112120017)

Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

owner

 

 

 


 

Kanal Citizen Journalism ini merupakan media mahasiswa. Setiap berita/opini di kanal ini menjadi tanggung jawab penulis.