Picu Kreativitas, Entrepreneur Jadi Materi Pendidikan Karakter

Pemberian materi terhadap mahasiswa baru dalam pelaksanaan PMB 2016. Tahun ini, Undip sisipkan materi entrepreneur untuk mengembangkan jiwa wirausaha dan kreativitas bagi mahasiswa Undip, Selasa (9/8) di Fakultas Psikologi, Undip Tembalang. (Nina/Manunggal)

Pemberian materi terhadap mahasiswa baru dalam pelaksanaan PMB 2016. Tahun ini, Undip sisipkan materi entrepreneur untuk mengembangkan jiwa wirausaha dan kreativitas bagi mahasiswa Undip, Selasa (9/8) di Fakultas Psikologi, Undip Tembalang. (Nina/Manunggal)

Tahun ini merupakan pertama kalinya Undip menerapkan materi entrepeneur dalam rangkaian penerimaan mahasiswa baru (PMB). Diadakannya materi tersebut bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa Undip yang COMPLETE yaitu communicator, rofessional, leader, entrepreneur, thinker, dan educator.

Dekan Fakultas Psikologi Hastaning Sakti menjelaskan bahwa latar belakang dimasukkannya materi entrepreneur dalam rangkaian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun 2016/2017 merupakan usulan dan permintaan dari Wakil Rektor III. “Itu sebetulnya atas permintaan Wakil Rektor komunikasi dan bisnis yang menginginkan mahasiswa Undip itu di mapping dahulu, dilihat mempunyai kompetensi apa, kemudian dari universitas juga mempersiapkan supaya mereka menjadi entrepeneur,” ujarnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, materi entrepreneur tidak bisa diaplikasikan secara langsung atau cepat diterapkan, melainkan diberi pengarahan seperti pembuatan PKM, tes yang berhasil dan lain sebagainya. Tidak banyak mahasiswa Undip yang sudah mandiri secara finansial dan inisiatif dalam hal ekonomi. Untuk itu bekal materi entrepreneur ini diharapkan dapat menjadi pemicu tumbuhnya kreativitas dan inovasi mahasiswa baru agar memiliki mental entrepreneur.

Materi entrepreneur sendiri sudah dirumuskan dan disepakati oleh seluruh sivitas akademik di setiap fakultas. “Sebenarnya materi entrepreneur itu sudah masuk ke salah satu materi Pendidikan Karakter (pendikar), jadi itu sudah disamakan dengan visi misi Undip,” ungkap Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) BEM Psikologi, Dwi Retno Cahya Ningrum.

Dwi menambahkan, di fakultas psikologi materi entrepeneur lebih dikembangkan ketika Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Dasar (LKKMD). “Sebenarnya kami punya program yaitu sekolah kaderisasi, salah satunya juga adalah mendidik jiwa kewirausahaan itu sendiri” ujarnya. Salah satu bentuk materi entrepreneur yaitu dengan memberikan games, kemudian mahasiswa dibriefing sehingga mahasiswa baru mampu menyimpulkan makna dan peran penting entrepreneur itu sendiri.

Adanya materi entrepreneur tersebut, mahasiswa baru Undip diharapkan memiki jiwa kreativitas yang tinggi. “Karena seorang entrepreneur itu membutuhkan tekad yang kuat dan jiwa-jiwa kreatif,” ujar Dwi Retno. Hal ini senada dengan ungkapan salah satu mahasiswa baru S1 Sejarah, Sunja Supriyadi yang mengungkapkan dukungannya mengenai pemberian materi entrepreneur dalam rangkaian penerimaan mahasiswa baru Undip.

“Kalau menurut saya secara pribadi bagus sih dengan adanya materi entrepreneurship ini jadi ‘kan bisa mengembangkan kemampuan bagi mahasiswa baru yang nantinya akan terjun ke masyarakat sehingga sudah siap dengan keahlian wirausaha yang telah didapatkan selama berada dibangku perkuliahan. Kalau menurut saya materi entrepreneurship ini pasti ada yang suka dan ada yang tidak, tapi dari saya sendiri sih lebih memilih ke netral aja jadi mengikuti semua kegiatan PKKMB, ada materi entrepreneur ya diterima dapet materi riset ya dinikmati aja. Semoga dengan adanya materi ini Undip dapat menciptakan bibit-bibit unggul yang mempunyai kemampuan dan dan jiwa entrepreneurship yang baik,”

Namun suasana pelaksanaan PMB berbeda di teknik industri, Kepala Bidang PSDM Teknik Industri, Aryan Eki Tanoga menuturkan bahwa pelaksanaan PMB teknik industri tahun ini berada di halaman depan gedung teknik industri dengan menggunakan tenda “Kebetulan ada sedikit problem, sehingga kita harus mencari winwin solution, finalnya kita harus menggunakan tenda, ini juga kebijakan dari dosen, kita hanya melaksanakan saja,” ungkapnya. Meskipun demikian, pelaksanaan tetap berjalan dengan lancar termasuk pemberian materi entrepeneur(Aryo, Nina, Fachri, Fatma/Manunggal)

Versi cetak artikel ini terbit di newsletter Joglo Pos Xpress Edisi II / TAHUN XVI /10 Agustus 2016 di halaman 1 dengan judul “Picu Kreativitas, Entarpreneur Jadi Materi Pendidikan Karakter”.