Peringati Hari Disabilitas Lewat Berbagi Kasih

Pemberian donasi berupa seekor kambing, gerobak dan peralatan dagang serta uang tunai kepada Lek Wah, salah satu warga penyandang difabel oleh mahasiswa D-III Hubungan Masyarakat Undip di Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Minggu (18/12) siang. (Fini/Manunggal)

Pemberian donasi berupa seekor kambing, gerobak dan peralatan dagang serta uang tunai kepada Lek Wah, salah satu warga penyandang difabel oleh mahasiswa D-III Hubungan Masyarakat Undip di Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Minggu (18/12) siang. (Fini/Manunggal)

ManunggalCybernews—Memperingati Hari Disabilitas Nasional yang jatuh pada 3 Desember, mahasiswa D-III Hubungan Masyarakat Undip menyelenggarakan acara donasi kepada salah satu penyandang cacat (difabel). Peringatan ini dilakukan untuk memberi pemahaman bahwa penyandang disabilitas juga merupakan warga yang memiliki derajat yang sama dengan anggota warga lain.

Donasi diberikan kepada seorang warga penyandang disabilitas, yakni Wahono. Wahono atau yang akrab dipanggil Lek Wah, merupakan pria berusia 45 tahun penyandang disabilitas. Ia terlahir sebagai tuna wicara dan berjalan dengan kaki yang tidak sempurna. Namun semangat hidupnya mampu menginspirasi orang lain yang jauh lebih normal. Pekerjaan Lek Wah adalah sebagai reparatur alat elektronik yang bayarannya tidak melebihi Rp25 ribu rupiah. Harapan terbesar Lek Wah adalah memiliki gerobak dagang sendiri untuk adiknya, yang juga penyandang disabilitas.

Penggalangan dana yang dilakukan mahasiswa D-III Hubungan Masyarakat Undip mampu mencapai lebih dari Rp10 juta rupiah dalam waktu 2 minggu. Dana ini didapatkan dari donatur dan beberapa usaha penggalangan dana oleh mahasiswa. Donasi diberikan kepada Lek Wah dalam bentuk uang tunai, gerobak dan peralatan dagangan serta seekor kambing. Diharapkan, donasi yang diberikan mampu dimanfaatkan sebagai modal usaha secara lanjut oleh Lek Wah dan keluarganya.

Acara berlangsung pada Minggu (18/12) di Desa Pringsari, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. “Acara yang diselenggarakan awalnya merupakan tanggungan di salah satu mata kuliah, namun tujuan acara ini adalah sebagai aksi nyata kepada penyandang difabel yang membutuhkan bantuan.” tutur Dyandra selaku ketua acara. (Fini/Manunggal)