Peringatan May Day, Aliansi Mahasiswa Semarang Ikut Aksi

Aliansi mahasiswa menyanyikan lagu buruh tani dan darah juang dalam aksi May Day Semarang di Lapangan Tri Lomba Juang, Senin (1/5).

 

ManunggalCybernews–Aliansi mahasiswa yang terdiri dari Undip, STIS Semarang, UNS, UNNES, dan IMM, mengikuti aksi dalam rangka memperingati Hari Buruh  Internasional atau yang dikenal dengan May Day pada Senin (1/5). Aksi tersebut diselenggarakan oleh serikat pekerja seperti Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN), Serikat Pekerja Lintas Media (SPLM) dan serikat pekerja lainnya dengan melakukan long march sejak pukul 08.00 WIB dari titik kumpul di depan Kantor RRI Semarang sampai ke titik pusat di GOR Tri Lomba Juang.

Selama long march, koordinator aksi beserta perwakilan aliansi mahasiswa menyuarakan beberapa tuntutan yaitu perbaikan sistem layanan BPJS, penolakan adanya upah buruh murah, penolakan union busting, dan berbagai tuntutan lain.

Dalam aksi di Lapangan Tri Lomba Juang, para mahasiswa juga menyanyikan lagu darah juang dan buruh tani serta membawa poster yang bertuliskan “Tuntutan Mahasiswa Bersama Rakyat; menyusun dan membuat UU-ART, melindungi dan memikirkan nasib buruh Indonesia, meningkatkan kesejahteraan buruh Indonesia, dan memberikan pengawasan ketat bisnis TKI.”

Lebih lanjut, Aditya Nurullahi, Kepala Bidang Sosial Politik (Sospol) BEM Undip mengatakan aksi gabungan bersama masayarakat tersebut merupakan agenda Bidang Sospol BEM yang sebelumnya telah dilakukan konsolidasi antara mahasiswa dengan pihak serikat pekerja berkaitan dengan keikutsertaan mahasiswa dalam aksi May Day tahun ini.

“Kita pungkiri atau tidak, setelah kita lulus pasti jadi buruh. Apa yang terjadi di dunia perburuhan saat ini memang cukup memprihatinkan, terlebih masalah upah murah. Harapannya May Day bukan hanya sekedar seremonial. Kerjasama antara mahasiswa dan elemen masyarakat agar terus berlangsung,” ungkapnya saat ditemui tim Cybernews di Lapangan GOR Tri Lomba Juang. (Kadek/Manunggal)