PERINGATAN HARI PRAMUKA

This slideshow requires JavaScript.

Tentu kita tak lagi asing dengan Gerakan Pramuka. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang artinya kaum muda yang suka berkarya. Istilah Pramuka diperkenalkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dalam rapat di Ciloto, Jawa Barat.

Gerakan kepanduan di Indonesia pertama kali dibawa oleh bangsa Belanda. Kemudian pada tahun 1916 S.P. Mangkunegara VII memprakarsai berdirinya Javaansche Padvinders Organisatie. Antara tahun 1928-1935 mulai bermunculan gerakan kepanduan Indonesia baik yang bernapas kebangsaan (Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI),  Padvinders Organisatie Pasundan (POP)), maupun yang bernapaskan keagamaan (Kepanduan Islam Indonesia (KII), Kepanduan Azaz Katolik Indonesia (KAKI)).

Sebagai upaya menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) mengadakan “Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem (PERKINO)” pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.

Pada masa penjajahan Jepang, partai dan organisasi rakyat Indonesia termasuk gerakan kepanduan dilarang berdiri. Akan tetapi, hal tersebut tidak menghalangi  semangat kepanduan di dalam diri anggotanya sehingga para anggota kepanduan tetap berupaya untuk menyelenggarakan PERKINO II.

Tanggal 27-29 Desember 1945 diadakan Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia di Surakarta guna membentuk “Pandu Rakyat Indonesia” yang kemudian diakui oleh pemerintah RI sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan No. 93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947.

Pada tanggal 9 Maret 1961 Presiden/Mandataris MPRS mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepanduan Indonesia di Istana Negara. Dalam pidato Bung Karno saat itu mengungkapkan bahwa kepanduan harus diperbaharui metode dan aktivitas pendidikannya, seluruh organisasi kepanduan yang ada akan dilebur menjadi satu yang disebut dengan Pramuka.

Pada tanggal 20 Mei 1961 diterbitkan Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia.

Kemudian pada tanggal 14 Agustus 1961 diadakan pelantikan terhadap Majelis Pimpinan Nasional (Mapinas), Kwartir Nasional (Kwarnas) dan Kwartir Nasional Harian (Kwarnari) di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka. Sejak itulah pada tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai hari ulang tahun Gerakan Pramuka.

 Selamat memperingati hari Pramuka ke-57, semoga Pramuka jaya selalu dan melahirkan tunas-tunas muda yang bisa membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. Salam Pramuka. (Deni/dari berbagai sumber).