Perihal Resolusi Tahun Baru

Ilustrasi (Sumber: pribadi)

Tahun baru memang identik dengan membuka lembaran baru dan menutup lembaran lama. Eh, jangan menutup lembaran lama, tapi menyimpan lembaran lama. Lalu, pernahkah kalian melihat unggahan para warganet yang menyinggung soal resolusi? Saya yakin kalian pernah melihatnya, kecuali jika kalian tidak menggunakan media sosial.

Terlintas dalam pikiran saya tentang seberapa pentingkah resolusi tiap tahun itu ada? Tentu hal itu justru menjadi pertanyaan yang berputar dan harus mencari tahu sendiri jawabannya. Namun, disini saya akan mengajak kalian untuk menilik kembali perihal resolusi. Mari kita renungkan kembali tentang esensi sebuah resolusi itu sendiri.

Kalau saya pikir, adanya sebuah resolusi disetiap tahun itu adalah hal yang baik, sesuatu yang bisa jadi penting. Bagaimana tidak? Resolusi yang dibuat di awal tahun, di lembaran baru, diibaratkan sebagai sebuah visi kalian selama satu tahun kedepan. Dari lembaran kertas kosong menjadi sebuah coretan cerita kalian selama satu tahun kedepan. Kalian juga pasti akan senang ketika membuat sebuah target, dan target itu tercapai.

Namun, ketika saya pikir kembali, resolusi itu tidak harus selalu ada pada setiap orang. Toh, sebuah resolusi kadang hanya sebagai formalitas doang. Kadang juga hanya sebagai bahan konten di unggahan media sosial agar tetap eksis. Bagaimana tidak? Setelah membuat target, tetapi tidak dibarengi dengan niat yang matang, ujungnya hanya sebuah wacana yang ada. Sebuah resolusi membutuhkan sebuah aksi, dan aksi membutuhkan usaha yang keras. Apalagi rasa ingin rebahan dikasur adalah sesuatu yang sangat menggoda.

So, nggak perlu tersinggung ketika kalian tidak ada resolusi untuk tahun baru. Kalian yang membuat sebuah resolusi untuk tahun baru juga nggak perlu menyinggung mereka yang nggak membuatnya. Lagian, yang ngejalanin serangkaian resolusi, ya kalian yang bikin resolusi itu sendiri. Kalo maksain orang lain buat bikin trus gak dijalanin juga kalian nggak mau tanggungjawab kan?

Jika kalian bertanya apakah saya membuat resolusi untuk tahun ini? Saya akan dengan senang hati menjawab: iya. Kenapa? Karena dari tahun-ketahun saya termasuk dalam bagian mereka yang tidak membuat sebuah resolusi untuk tahun baru. Hidup mengalir apa adanya itu menurutku sangat menyenangkan, sangat bebas. Saya sendiri merasa setiap tahun juga sama-sama aja. Nggak ada bedanya dengan tahun-tahun sebelumnya. Yang beda adalah setiap harinya yang tak pernah sama.

Jadi, tahun ini saya ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari biasannya. Tak perlu banyak, kata teman saya, buat sebuah resolusi 1% aja setiap harinya sudah sangat bagus. Mulai sesuatu yang berbeda dari biasanya untuk sesuatu yang lebih baik, misalnya olahraga setiap seminggu sekali atau menulis di blog seminggu sekali. Bebas, yang penting ada perubahan 1%. Jika gagal, pilihannya ada dua: mau coba lagi ditahun baru atau mencukupkan. Tapi yang terpenting adalah usaha untuk mencapainya. (Alfio Santos/Psikologi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *