PERGIZI PANGAN Indonesia Ubah Slogan Empat Sehat Lima Sempurna

11069358_744367738995367_6948689772680934001_n

Suasana Workshop dan Seminar Keamanan Pangan dan Gizi Seimbang di gedung Prof Soedarto, S.H (18/3) (Astrid/Manunggal)

ManunggalCyberNews- Jurusan Ilmu Gizi Universitas Diponegoro bekerja sama dengan PERGIZI PANGAN Indonesia dan Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI) menyelenggarakan Workshop dan Seminar Ilmiah di gedung Prof. Soedarto, Rabu (18/03).

Adriyan Pranomo, ketua panitia lokal mengatakan, workshop dan seminar ini merupakan salah satu bagian dari roadshow PERGIZI di universitas-universitas Indonesia.

“Tujuan acara ini adalah mendesiminasi hasil-hasil studi, hasil-hasil kajian penelitian maupun beberapa program yang sebetulnya sudah dirumuskan baik oleh government maupun oleh stakeholder lain, yang punya tujuan yang sama dalam hal ini, sehingga membuat masyarakat lebih cerdas terkait permasalahan keamanan pangan maupun gizi seimbang,” ujarnya.

Dalam penyampaian materi, Hardiansyah memaparkan faktor-faktor penyebab pangan tidak aman serta bagaimana mendapatkan gizi seimbang yang enak. Berdasarkan riset Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) 2010, faktor penyebab keracunan pangan di Indonesia adalah cemaran mikroba, bahan kimia, dan penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) berbahaya.

Bahan-bahan yang paling tercemar pun sangat banyak dijumpai di lingkungan masyarakat, seperti es batu, jelly/agar dan bakso. Oleh karena itu, Hardiansyah menuturkan, keamanan pangan menjadi penting karena hal itu berdampak pada kesehatan masyarakat.

Selain memperoleh materi keamanan pangan dan gizi seimbang, diperkenalkan pula slogan baru gizi Indonesia. Slogan Empat Sehat Lima Sempurna yang dikenal sebelumnya, telah diubah menjadi Gizi Seimbang Bangsa Sehat Berprestasi pada 2014 oleh Menteri Kesehatan.

Menurut Diana, pengubahan slogan gizi ini diperlukan, mengingat lima grup pangan yang meliputi makanan pokok, lauk, sayur, buah dan susu belum cukup untuk memenuhi kualifikasi hidup sehat. Diperlukan hal lain untuk sehat, seperti faktor kesehatan, keamanan pangan, dan kegiatan fisik. Selain itu, gizi seimbang tak hanya bermakna untuk hidup sehat, tapi juga untuk cerdas dan berprestasi. (Astrid/Manunggal)