Peraturan Pemira Tak Selaras

 

Panlih dan dua saksi tengah memverifikasi berkas calon senator, bertempat di Sekretariat Panlih, Jumat (4/12). (Astrid/Manunggal)

Panlih dan dua saksi tengah memverifikasi berkas calon senator, bertempat di Sekretariat Panlih, Jumat (4/12). (Astrid/Manunggal)

 

ManunggalCybernews—Pemilihan Umum Raya (Pemira) 2015 masih berlangsung dengan jadwal yang cukup ketat. Setelah memfasilitasi kampanye calon Ketua dan Wakil Ketua BEM, Panitia Pemilihan (Panlih) melaksanakan verifikasi berkas calon senator di Sekretariat Panlih, Jumat (4/12). Dalam tahapan verifikasi berkas ini, salah satu calon senator perwakilan Fakultas Psikologi (FPsi) dinyatakan tidak lolos.

Hal ini dikarenakan calon senator tersebut bukan merupakan pengurus Senat Mahasiswa Fakultas (SMF), melainkan merupakan calon yang berasal dari ketetapan SMF Psikologi melalui Rapat Koordinasi Senat.

Alasan SMF Psikologi mengajukan calon senator non-pengurus dikarenakan adanya permasalahan internal. Namun di samping itu, SMF Psikologi juga meninjau Bab III Pasal 4 poin 2i Peraturan Senat Mahasiswa (Perma) No. 32 tahun 2015 tentang Pemira yang menetapkan bahwa calon senator dapat berasal dari ketetapan SMF atau UKM sebagai perwakilan, dibuktikan dengan surat keterangan pencalonan. Namun, pada realitanya Perma Pemira tersebut tidak selaras dengan Juknis Pemira 2015, yang menetapkan bahwa calon senator merupakan pengurus SMF atau UKM.

“Panlih sudah bekerja dengan cukup baik. Meskipun masih sangat perlu dibenahi komunikasi antara Panlih dengan Senat. Mengenai tidak lolosnya calon senator, kami akan mengajukannya ke Panwas (Panitia Pengawas- Red),” ujar Ketua SMF Psikologi, Tessa Revananda.

Sementara itu, Panlih telah menetapkan calon senator yang lolos verifikasi berkas sebanyak 20 orang, dengan perincian 17 orang perwakilan SMF dan 3 orang perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). (Astrid/Manunggal)