Penggunaan Plastik Belanja di Tembalang Turun 80%

Ritel di Tembalang telah menerapkan program plastik berbayar. Namun, sebagian ritel mengaku belum mendapatkan surat edaran terkait program tersebut, sehingga plastik masih diedarkan secara gratis. (Ayu/Manunggal)

Ritel di Tembalang telah menerapkan program plastik berbayar. Namun, sebagian ritel mengaku belum mendapatkan surat edaran terkait program tersebut, sehingga plastik masih diedarkan secara gratis. (Ayu/Manunggal)

 

ManunggalCybernews—Setelah dikeluarkannya surat edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.S.1230/PSLB3-PS/2016 tentang Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar, program tersebut mulai diterapkan di berbagai ritel seperti Superindo, Alfamart, Indomaret, Hypermart, dan ADA Swalayan.

Kebijakan tersebut ternyata berpengaruh terhadap antusiasme masyarakat Semarang dalam mengurangi penggunaan kantong plastik saat berbelanja. Luki Wulandari, Kepala Kasir Superindo mengaku sebelumnya ada sekitar 1500 kantong plastik yang beredar setiap hari. Namun, jumlah tersebut menurun hingga menjadi 300 kantong plastik. Tak hanya demikian, penjualan tas belanja ramah lingkungan oleh ritel pun melonjak.

“Tadinya penjualan tas belanja hanya satu atau dua, tapi sekarang mencapai 150 tas belanja per hari.Masyarakat juga mulai sadar untuk membawa kantong atau tas belanja sendiri,” papar Luki.

Sesuai dengan surat edaran dari kementerian, harga kantong plastik yang ditetapkan adalah Rp200. “Dari harga tersebut, nantinya ada dana yang kita berikan ke pemerintah. Mungkin akan digunakan untuk penyuluhan tentang sampah maupun kegiatan sosial lain,” ujar Luki.

Meskipun demikian, ritel-ritel kecil seperti toko roti dan warung makan mengaku belum mendapatkan surat edaran dari pemerintah. Oleh karena itu, ritel tersebut masih mengedarkan plastik secara gratis. “Kami belum mendapatkan surat edaran maupun himbauan dari pemerintah,” kata Nani, penanggung jawab salah satu toko. (Uti/Manunggal)