Pendidikan Menggunakan Metode BTS untuk Membentuk Duta Antikorupsi Cilik

(Dok. Istimewa)

Melihat kasus korupsi yang makin subur di tanah air merupakan salah satu keprihatinan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Banyak kasus korupsi yang menyeret sejumlah nama pejabat yang telah dipercayai masyarakat. Namun banyak saksi memilih untuk bungkam dan menyembunyikan barang bukti. Selain itu melihat hukuman dari hakim yang tidak imbang dengan korupsi, membuat korupsi makin bertumbuh subur di negara kita.

Jika dilihat, pendidikan antikorupsi belum sepenuhnya digalakkan di sekolah. Penanaman nilai-nilai antikorupsi sejak dini merupakan langkah preventif yang dapat digalakkan di sekolah. Hal ini merupakan investasi untuk mendukung generasi muda bebas dari korupsi.

Salah satu upaya untuk menyebarkan nilai-nilai antikorupsi, PKM Pengabdian Masyarakat Undip mengadakan gerakan duta antikorupsi usia dini. Program ini melibatkan lima mahasiswa yaitu Chyntia Ayu, Syafira Fadila, Ajeng Mutiara, Gita Kurnia, dan Arisanti Ayu. Program ini bertujuan membentuk duta antikorupsi yang dapat menyebarkan nilai antikorupsi kepada temannya di sekolah dan lingkungan sekitarnya.

Pelatihan duta antikorupsi merupakan serangkaian program kegiatan yang terpadu untuk membentuk duta antikorupsi di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam Pelatihan Duta Antikorupsi dengan menerapkan sistem BTS (bermain, terapkan, sebarkan). Sasaran program ini adalah siswa-siswi sekolah dasar kelas 5 di Kota Semarang.

Rangkaian Program Pelatihan Duta Antikorupsi ini dimulai sejak bulan April dan berakhir Juni dan diharapkan akan terus berlanjut. Tim memulai kegiatan ini dengan mendatangi beberapa sekolah dan mengadakan kegiatan pelatihan duta antikorupsi. Salah satu sekolah yang telah dikunjungi yaitu SD Nasima (31/5) Semarang. Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi secara interaktif, diskusi kelas, pemilihan duta antikorupsi, dan bermain. Metode BTS diterapkan agar materi yang tersampaikan mudah dimengerti. Antusias siswa-siswi di sekolah tesebut sangat luar biasa. Antusias siswa-siswi terlihat pada saat mereka diberikan pertanyaan oleh Tim.

“Melihat antusias mereka selama kegiatan sangat luar biasa membuat kami termotivasi. Tim Gerakan Duta Antikorupsi berharap para duta antikorupsi yang dibentuk dapat menerapkan dan menyebarkan baik di sekolah maupun lingkungan bermain mereka. Sehingga gerakan duta antikorupsi ini semakin berkembang dan bermanfaat bagi negara. Harapan saya selaku ketua, program ini dapat terus berlanjut sehingga dapat membentuk agent of change yang dapat menyebarkan nilai-nilai antikorupsi.“ ungkap Chyntia Ayu, Ketua PKM-M.

Gita Kurnia Selina

Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan

Fakultas Ekonomika dan Bisnis