Pemotongan Suara Jadi Sanksi Pelanggaran Kampanye

Hasil pengambilan nomor urut pasangan calon ketua dan wakil ketua BEM Undip 2017. Jadug Trimulyo - Aang Munawar sebagai pasangan nomor urut satu dan Muhammad Dzakki-Arif Rahman sebagai pasangan nomor urut dua. (Putri/Manunggal)

Hasil pengambilan nomor urut pasangan calon ketua dan wakil ketua BEM Undip 2017. Jadug Trimulyo – Aang Munawar sebagai pasangan nomor urut satu dan Muhammad Dzakki-Arif Rahman sebagai pasangan nomor urut dua. (Putri/Manunggal)

ManunggalCybernews– Panitia Pemilihan (Panlih) pemira mengadakan sosialisasi kampanye dan pengambilan nomor urut pasangan calon ketua dan wakil ketua BEM 2017 pada Selasa (18/10). Bertempat di sekretariat pemira 2016, Panlih menjelaskan hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama kampanye 19 Oktober sampai 6 November mendatang.

Seperti yang tercantum dalam petunjuk teknis (juknis) pemira 2016, para calon ketua dan wakil ketua BEM boleh melakukan kampanye dalam bentuk tertulis dan lisan. Selain itu, peserta pemira wajib melaporkan sumber dan alokasi penggunaan dana kampanye dengan format yang telah ditentukan kepada Panlih pemira.

Terdapat tiga klasifikasi pelanggaran yaitu pelanggaran ringan, pelanggaran sedang, dan pelanggaran berat.

“Yang pertama pelanggaran ringan hukumannya bertingkat, yang pertama kita memberikan somasi atau peringatan lalu yang kedua adalah pemotongan suara sekitar 10%. Lalu yang sedang itu hukumannya pemotongan suara sebanyak 50%. Sedangkan untuk pelanggaran yang terberat, pemotongan suara sebanyak suara yang diperoleh saat itu,” jelas Ketua Panwas Triwanto.

Apabila ditemukan kecurangan, papar sekretaris panlih Zahra Qurrota A’yun, seperti mendapat dana dari partai politik atau minuman keras, maka sanksinya berbeda dari yang tercantum di Perma.

“Nah apabila ditemukan adanya kelainan-kelainan, kecurigaan, atau ada bukti terkait dengan hal itu (dana kampanye, red) akan disampaikan kepada panwas dan mekanismenya akan lebih berbeda dibandingkan dengan sanksi yang tercantum di perma dan akan masuk ke tim yudisial,” jelas Zahra.

Usai sosialisasi kampanye, kedua pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua BEM 2017 mengambil nomor urut secara acak. Hasilnya yakni Jadug Trimulyo – Aang Munawar sebagai pasangan nomor urut satu dan Muhammad Dzakki-Arif Rahman sebagai pasangan nomor urut dua. (Putri/Manunggal)