Pemira FKM Kembali Gunakan E-Vote

Para mahasiswa sedang berdiskusi dalam acara Massa (Mahasiswa Bersuara) yang diadakan oleh BEM FKM Undip, Kamis (12/11). (Ayu/Manunggal)

ManunggalCybernews—Pemilihan Umum Raya Fakultas Kesehatan Masyarakat (Pemira FKM) kembali menggunakan sistem electronic vote (e-vote). Sistem e-vote ini telah diaplikasikan dalam pemira dua tahun lalu, namun pada tahun berikutnya sistem ini tidak dipakai dengan alasan banyaknya kekurangan dalam sistem yang mereka terapkan.

Dalam acara Massa (Mahasiswa Bersuara) yang diadakan oleh BEM FKM pada Kamis (12/11), Anugrah Febrino Balwa selaku wakil ketua BEM menjelaskan beberapa kelebihan penggunaan e-vote. Yang pertama adalah sistem e-vote dianggap lebih ramah lingkungan, hemat anggaran, dan hemat waktu. Hasil e-vote juga transparan dan dapat langsung diketahui. Selain itu, sistem e-vote mengajarkan mahasiswa untuk menggunakan teknologi, sehingga mereka akan memiliki ketertarikan lebih untuk memilih.

“Tahun ini, e-vote bisa dipakai lagi dengan beberapa catatan yang perlu dilakukan,” kata Febrino.

Terkait sistem e-vote ini, Pratiwi Sulistiyan selaku perwakilan dari bidang PSDM BEM mengungkapkan bahwa dalam pemira kali ini, sistem e-vote sudah mulai diperbaiki sejak awal kepengurusan. Selain itu, simulasi e-vote juga telah dua kali diadakan. Pada tiap simulasi, para peserta dimintai kritik dan saran yang nantinya akan dijadikan acuan untuk perbaikan. Misalnya, dalam simulasi pertama, panitia mendapatkan kritik mengenai teknis pelaksanaan e-vote, di antaranya mengenai sarana laptop yang kurang memadai dan situasi yang kurang kondusif.

Pemira FKM direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Desember mendatang. Sampai pemira digelar, para panitia berupaya untuk terus memperbaiki sistem e-vote ini. (Ayu/Manunggal)