Pemira 2017, Panlih Batasi Alokasi Dana Kampanye

Penyampaian petunjuk teknis (juknis) oleh Ketua Pemilihan Umum Raya (Panlih) saat sosialisasi Pemira Undip 2017 pada Senin (9/10) di Aula Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip Tembalang. (Jazaak/Manunggal)

Penyampaian petunjuk teknis (juknis) oleh Ketua Pemilihan Umum Raya (Panlih) saat sosialisasi Pemira Undip 2017 pada Senin (9/10) di Aula Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip Tembalang. (Jazaak/Manunggal)

ManunggalCybernews—Sosialisasi Pemilihan Umum Raya (Pemira) Undip 2017 yang diadakan oleh Panitia Pemilihan (Panlih) dihadiri oleh perwakilan UKM, BEM universitas dan fakultas, dan Senat Mahasiswa universitas dan fakultas di Aula Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip Tembalang, Senin (9/10). Sosialisasi tersebut membahas petunjuk teknis (juknis) pendaftaran calon Senator, calon Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta calon Majelis Wali Amanat Unsur Mahasiswa (MWA UM) Undip 2018.

Dalam sosialisasi tersebut, terdapat beberapa perubahan juknis pemira tahun ini daripada tahun sebelumnya.  “Mungkin yang jadi perubahan paling signifikan untuk pemira Undip tahun ini, yaitu pembatasan dana kampanye,” papar Taqiyuddin Ja’far, Ketua Panlih Pemira Undip 2017 saat ditemui tim Cybernews pada Rabu (11/10).

Terkait peraturan pembatasan alokasi dana kampanye tersebut, lebih lanjut Ja’far mengatakan untuk nominal yang telah disosialisasikan adalah sebesar Rp 5juta, tetapi nominal tersebut masih pasti. “Ada beberapa saran dan masukan dari perwakilan atau tamu undangan yang hadir, kemarin Rp 5juta, cuma masih ada yang merasa itu kurang, jadi masih akan kita bahas lagi,” lanjutnya.

Penentuan nominal tersebut mengacu pada alokasi dana kampanye Pemira tahun lalu. “Jadi Rp 5juta ini sebenarnya berkaca dari Pemira sebelumnya, meskipun ada yang sampai mencetak satu baliho banyak yang besar sekalipun, itu yang dilaporkan tidak sampai sebesar Rp 5juta,” ujar Ja’far.

“Memang logistik sangat diperlukan dalam kampanye, cuma kita masih mahasiswa, kita disini semangat untuk menyampaikan gagasan, itu yang jadi senjata bagi pasangan calon. Jadi harapan dan semangat tersebut yang seharusnya menjadi landasan bagi para calon untuk berkompetisi dalam pemira ini,” papar Ja’far. (Jazaak/Manunggal)